Jumat, 21 Agustus 2020

SOAL LATIHAN SENI BUDAYA KELAS 8


Seni Budaya - Lengkap Beserta Penjelasan dan Contohnya | RomaDecade



Seni Rupa


1. Jelaskan Pengertian menggambar model!
2. Jelaskan perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan warna sekunder! Berikan 3 contohnya!
4. Sebut dan jelaskan 3 jenis perpaduan warna!
5. Sebutkan 5 alat dan bahan menggambar model!
6. Jelaskan perbedaan pensil H dan pensil B!
7. Jelaskan pengertian dari prinsip menggambar model dibawah ini:
     a. Komposisi
     b. Proporsi
     c. Keseimbangan
     d. Kesatuan
     e. Perspektif
     f. Gelap terang
8. Jelaskan pengertian dari teknik menggambar model dibawah ini :
    a. Arsir
    b. Linier
    c. Blok
    d. Dusel
    e. Pointilis
    f. Aquarel
    g. Plakat
9. Sebutkan tahapan dalam menggambar model!
10. Sebut dan jelaskan unsur menggambar model!



Seni Musik

1. Jelaskan pengertian lagu daerah!
2. Sebutkan 3 fungsi musik!
3. Sebutkan 5 ciri-ciri lagu daerah!
4. Jelaskan perbedaan mamaos dengan macapat!
5. Sebutkan 10 lagu daerah beserta asalnya!
6. Apa yang kamu ketahui tentang wiranggana?
7. Sebutkan 5 sinden legendaris yang ada di Indonesia!
8. Bagaimana teknik dan gaya bernyanyi dalam menyanyikan musik/lagu daerah?
9. Sebutkan 5 contoh lagu derah dari Jawa Tengah!
10. Jelaskan menurut pendapatmu tentang lagu daerah dari Jawa tengah!


Seni Tari

1. Jelaskan pengertian dari tari tradisional?
2. Sebutkan 3 fungsi tari tradisional!
3. Sebutkan 3 ciri-ciri tari tradisional!
4. Jelaskan keunikan dari tari :
    a. Saman
    b. Pendet
    c. Bondan
    d. Jaipong
5. Jelaskan perbedaan dari tari klasik, tari kerakyatan, dan tari kreasi!
6. Sebutkan 3 contoh tari kerakyatan beserta asal daerahnya!
7. Sebutkan 5 ragam gerak tangan yang kamu ketahui!
8. Jelaskan pengertian dari gerak tari sebagai berikut :
   a. kenser
   b. srisig
   c. pacak jonggo
   d. nyekithing
   e. ngegem
9. Sebut dan jelaskan keunikan  tari yang ada di daerahmu!
10. sebutkan 5 properti dalam tari!




                                    SELAMAT MENGERJAKAN!!!

Program Kerja Ekskul Tari SBK | SMA Muhammadiyah 2 Pontianak

Minggu, 02 Agustus 2020

MATERI SENI MUSIK KELAS 7 BERNYANYI DENGAN SATU SUARA

Bernyanyi adalah melantunkan suara dengan nada-nada yang beraturan, biasanya diiringi dengan alat musik dan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. . Bernyanyi dengan satu suara disebut dengan unisono.

Teknik bernyanyi :
a. Teknik Vokal
Teknik Vokal adalah cara mengolah suara dengan baik dan benar, sehingga suara yang dikeluarkan akan yang terdengar lebih indah, jelas, merdu, serta nyaring. Organ tubuh, mutu, dan pengolahannya menentukan kualitas suara yang keluar, namun teknik vokal dan beberapa unsur lainnya juga akan lebih mendukung suara yang keluar. Teknik vokal bisa dibagi menjadi 5 bagian, dari intonasi, artikulasi,reonasi,pernapasan dan pembawaan, dari kelima bagian itu, yuk kita kupas satu persatu, langsung saja berikut keterangannya:
   1. Intonasi
Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena tanpa pembenahan intonasi (ketepatan bunyi tiap nada), suara yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu.
    2. Artikulasi
Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata dalm menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti adan dipahami pendengar. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain sikap badan yang tegap, posisi mulut yang benar, latihan vokalisis, pembentukan bunyi vokal, dan pembentukan bunyi konsonan.
a). Sikap
Sikap badan yang benar akan membantu memperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang baik, antara lain

  • kepala harus tegak, pandangan ke depan;
  • tulang punggung lurus;
  • dada sedikit membusung;
  • kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit renggang. 
b). Posisi Mulut

Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut.

  • Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara yang ke luar tidak lemah dan bulat.
  • Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.
  • Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara tidak berkurang.
  • Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang keluar menjadi jelas dan lantang.
  • Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.
  • Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar, sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.
c). Latihan Vokalisis
Tujuan latihan vokalisis adalah memelihara dan menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan dengan teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.
d). Teknik Pembentukan Bunyi Vokal
Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak mendapat rintangan.

Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah lidah, dan maju mundurnya lidah. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o, u, dan a; Vokal e, i; dan Vokal e (pepet).
e). Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan
Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah sebagai artikulator dan sasaran titik artikulasi.

3. Resonansi
Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul karena adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara.
4. Pernafasan
Teknik Pernapasan dalam Bernyanyi
  1. Pernapasan dada
Pernapasan dada merupakan pernapasan yang menggunakan dada untuk menampung oksigen dengan cara mengembang dan mengempiskan paru-paru. Namun pernapasan dada hanya mampu menampung sedikit oksigen sehingga teknik pernapasan ini kurang cocok jika digunakan untuk bernyanyi. Pernapasan dada sangat tidak direkomendasikan untuk mencapai nada tinggi atau panjang.
  1. Pernapasan perut
Teknik pernapasan selanjutnya adalah pernapasan perut. Teknik ini memanfaatkan perut untuk menampung udara. Namun sama seperti pernapasan dada, pernapasan perut juga kurang cocok untuk digunakan dalam dunia menyanyi. Mengapa demikian? Karena udara yang dikeluarkan tidak terkontrol.
  1. Pernapasan diafragma

Diantara semua teknik pernapasan untuk bernyanyi, pernapasan diafragma adalah teknik pernapasan yang paling baik. Untuk melakukan pernapasan diafragma, maka Anda akan menggunakan dua rongga utama untuk menyimpan udara yaitu rongga dada dan rongga perut. Kedua rongga tersebut diatur oleh rongga diafgrama yang merupakan sekat antara rongga dada dan rongga perut. Kelebihan utama yang didapat dari teknik pernapasan diafragma adalah udara yang ditampung akan lebih maksimal dan udara yang dikeluarkan pada saat bernyanyi akan terkontrol dengan lebih baik. Seorang penyanyi wajib menguasai teknik pernapasan diafragma karena dengan teknik inilah maka nada-nada tinggi dan panjang dapat tercapai.
Unsur-unsur musik 
Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersama merupakan satu kesatuan membentuk suatu lagu atau komposisi musik. Berikut unsur-unsur musik: 
Harmoni 
Harmoni adalah keselarasan bunyi yang merupakan gabungan dua nada atau lebih yang berbeda tinggi rendahnya. Harmoni merupakan gabungan beberapa nada yang dibunyikan secara serempak atau arpegic (berurutan). 
Irama 
Irama dapat diartikan sebagai bunyi atau sekelompok bunyi dengan bermacam-macam panjang pendeknya not dan tekanan atau aksen pada not. Irama dapat diartikan sebagai ritme, yaitu susunan panjang pendeknya nada dan tergandung pada nilai titik nada. Irama merupakan rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar dalam musik. 
Melodi 
Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta bersama dengan mengungkapkan suatu gagasan. Melodi digunakan dalam susunan lagu sebagai isian atau vokal inti.  Bentuk lagu atau struktur lagu Bentuk lagu adalah susunan atau hubungan antara unsur-unsur musim dalam suatu lagu. Sehingga menghasilkan komposisi lagu yang bermakna. Sebuah lagu bisa didengarkan ketika sudah memiliki bentuk atau struktur yang jelas. Struktur lagu sangat penting dalam langkah awal menciptakan sebuah karya seni. 
Birama
Banda birama merupakan sebuah tanda yang berfungsi untuk menentukan jumlah hitungan dan nilai setiap hitungan pada birama. Biasanya birama ditempatkan pada awal musik. Tanda birma berisi dua angka, atas dan bawah.
Angka yang di atas menunjukkan jumlah ketukan pada tiap ruas birama, sedangkan angka yang di bawah menunjukkan satuan nilai not yang dijadikan sebagai patokan tempo. Misalnya dalam tanda birama 4/4 bisa diartikan bahwa dalam satu birama terdapat 4 not 1/4.
Tanda tempo
 Tanda tempo merupakan kecepatan dalam memainkan lagu dan perubahan-perubahan dalam kecepatan tersebut. Dalam tanda tempo dibagi tiga bagian, yakni tempo lambat, sedang, dan cepat. Tempo seringkali menjadi tantangan dalam bermusik. Ketika tempo tidak teratur, maka akan berpengaruh terhadap musik yang sedang dimainkan.
 Ekspresi 
Ekspresi merupakan suatu ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup tempo, dinamik, dan warna. Ekspresi sangat diperlukan dalam pementasan sebuah karya musik. Seorang vokalis harus mampu melakukan unsur tersebut. Unsur ekspresi juga perlu dikuasai oleh semua pemain musik. 
Tempo
Tempo (musikTempo adalah ukuran kecepatan dalam birama lagu. Ukuran kecepatan bisa diukur dengan alat bernama metronom dan alat bernama kibor. Di dalam keyboard terdapat digital metronome yang bisa berfungsi sebagai pengukur kecepatan dalam birama, misalnya 34 atau 44.
Dinamika
Dinamika (musik) adalah tanda untuk memainkan volume nada secara nyaring atau lembut. Dinamika biasanya digunakan oleh komposer untuk menunjukan bagaimana perasaan yang terkandung di dalam sebuah komposisi, apakah itu riang, sedih, datar, atau agresif. Tanda dinamika pada umumnya ditulis menggunakan kata-kata dalam bahasa italia. Ada dua kata dasar dalam dinamika, piano (lembut) dan forte (nyaring) selebihnya merupakan variasi dari dua kata ini.
Notasi Musik
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not. Tulisan musik biasa disebut partitur. Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. 
Timbre
 Timbre adalah kualitas atau warna bunyi. Keberadaan timbre sangat dipengaruhi oleh sumber bunyi dan cara bergetarnya. 
Tanda Kunci

Tanda Kunci adalah tanda yang ditulis pada awal sangkar nada
- Tanda Kunci berfungsi untuk menunjukkan letak nada
- Macam Tanda Kunci ada 4 macam, yaitu :
1). Kunci C
Kunci C adalah kunci yang menunjukkan letak nada C, digunakan untuk menuliskan nada sedang (misal pada biola alto). Letak nada di garis paranada dengan menggunakan kunci C:
> Kunci C ada 5 macam yang ditulis pada masing-masing garis para nada, yang mempunyai fungsi masing-masing. Jika ditulis pada :
a. garis 1 = untuk menuliskan suara Sopran
b. garis 2 = untuk menuliskan suara Mezzo Sopran
c. garis 3 = untuk menuliskan suara Tenor
d. garis 4 = untuk menuliskan suara Bariton
e. garis 5 = untuk menuliskan suara Bass
> Nada yang sejajar dengan Tanda Kunci adalah nada c1
2) Kunci F
Kunci F adalah kunci yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada rendah, maka kunci F disebut juga kunci Bass. Letak kunci F pada garis paranada ada di garis keempat, maka menunjukkan nada F di garis keempat. Letak nada di garis paranada dengan kunci F
> Kunci F untuk menuliskan nada rendah ( Alto, Tenor, Bariton)
> Nada yang terletak pada garis ke 4 adalah nada f
3) Kunci G
· Kunci G adalah kunci yang bentuknya seperti kepala biola. Kunci G disebut juga kunci biola karena kunci G digunakan untuk menuliskan nada-nada tinggi. Kunci G digunakan untuk menunjukkan letak nada G pada garis kedua. Letak nada di garis paranada dengan kunci G
> Kunci G untuk menuliskan suara tinggi ( Sopran, Mezzo Sopran, Alto )
> Nada yang terletak pada garis ke 2 adalah nada g'
Banyak yang menganggap bahwa kunci itu sama dengan akord. Kalau yang di lirik lagu Kuburan “C, A minor, D minor, ke C, ke D lagi”, itu namanya akord (chord), bukan kunci. Kunci dalam music ada 4, yaitu : Pada Piano Kunci G (Treble Clef) biasa digunakan untuk not balok yang akan dimainkan oleh tangan kanan. Sedangkan kunci F (Bass Clef) biasa digunakan untuk not balok yang akan dimainkan oleh tangan kiri. Penggunaan kunci G dan kunci F secara bersamaan disebut juga grand staff.

Rabu, 29 Juli 2020

MATERI SENI TARI KELAS 8 KEUNIKAN GERAK TARI TRADISIONAL

 Tari tradisional adalah suatu tarian yang pada dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh masyarakat yang memiliki tari tersebut.

Berdasarkan koreografinya, tari tradisional dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. tari klasik yaitu merupakan tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.Tari klasik ini pada umumnya memiliki beberapa ciri khas antara lain :
    • Berpedoman pada pakem tertentu (ada standarisasi)
    • Memiliki nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam
    • Disajikan dalam penampilan yang serba mewah mulai dari gerak, riasan, hingga kostum yang dikenakan. 
    1. Tari Rakyat yaitu merupakan jenis tari tradisional yang lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang sejak zaman primitif, dan diturunkan secara turun temurun sampai sekarang.

      Tari rakyat atau juga dikenal dengan sebutan tari folklasik umumnya memiliki beberapa ciri khas yang merupakan kebalikan dari tari klasik, yaitu antara lain
      • Kental dengan nuansa sosial
      • Merujuk pada adat dan kebiasaan masyarakat
      • Memiliki gerak, rias, dan kostum yang sederhana.  
    2.  Tari Kreasi Baru yaitu merupakan tari klasik yang diaransemen dan dikembangkan sesuai perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tari kreasi baru umumnya diciptakan oleh para pakar tari

    FUNGSI TARI TRADISIONAL

    1. Sebagai Sarana Keagamaan

    Sejak dahulu didalam upacara keagamaan manusia menggunakan tari tarian sebagai sarana komunikasi dengan tuhan. Tari biasanya digunakan sebagai sarana keagamaan yang bersifat sakral.
    Di pulau Bali masih ada tarian tarian keagamaan yang biasanya dilakukan sebagai sarana komunikasi dengan para dewa dan leluhurnya. Contohnya tari Kecak, Sang Hyang, Keris, dan Rajang dan dilakukan di pura pura.

    2. Sebagai Sarana Pergaulan


    Keakraban tersebut akan muncul jika ada suatu sarana yang memadahi salah satunya tari. Contoh tari pergaulan ini adalah tari Jaipongan, tari Tayub, tari Adu Jago dan tari Manduda.

    3. Sebagai Tontonan

    Merupakan jenis tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Hampir di setiap  daerah di Indonesia memiliki jenis tarian ini.  Diharapkan setiap yang menonton tarian ini akan merasa terhibur.
  2. KEUNIKAN TARI TRADISIONAL

  3. 1. TARI SAMAN
  4. Keunikan Tari Saman
  5. Keunikan tari saman ini lumayan banyak dan dapat membuat orang yang melihatnya tertarik. Tarian asal aceh ini memang sangatlah terkenal. Tidak hanya di Bumi Pertiwi tapi juga hingga keseluruh penjuru dunia. Banyak sekali kisah dari orang-orang indonesia yang tampil di panggung internasional membawakan tari-tarian ini.
    1. Tari saman merupakan tarian yang tidak menggunakan bantuan alat musik pengiring untuk mengiringi tariannya. Bunyi-bunyian atau musik yang ditercipta dihasilkan dari perpadua nyanyian para penarinya dengan suara tepukan pada gerakan tarian (Tepuk tangan, dada dan paha)
    2. Jumlah penari yang membawakan tari saman ini yang harus ganjil (pada umumnya 17) dengan formasi yang juga unik. Penari nomor 1 dan 17 disebuat penupang, penari 2 s/d 7 dan 11 s/d 16 disebut penyepit, penari 8 dan 10 disebut pengapit dan penari nomor 9 disebut pengangkat.
    3. Kekompakan dan keharmonisan gerakan tari, gerakan tarian saman ini selain unik dan beda daripada yang lain, juga syarat akan kekompakan dan keharmonisan. Gerakan pemain satu dengan pemain lainnya saling berhubungan. Selian harus fokus pada geraka tari, para penari juga harus tetap melantunkan nyanyiannya. Sulit bukan? Maka dari itu kekompakan dan keharmonisan harus dijalan pada tarian ini
    4. Fungsi tarian sebagai Media Dakwah agama Islam. Disampaikan melalui lirik-lirik lagu yang dinyanyikan para penari
    5. Kostum untuk Tari saman ini biasanya mengusung warna-warna cerah dan gonjreng. Kostum penari biasanya dibagi menjadi 3 bagian. Bagian kepala berupa bulung teleng, kemudian pada badan melekat baju kerawang, cela serta kain sarung, selain itu pada bagian tanga terdapat topeng gelang dan sapu tangan.
    2. TARI PENDET
  6. 10 Keunikan Tari Pendet, Tarian Tradisional Tertua Bali
  7. Seperti kebanyakan tari daerah lainnya, Tari pendet pun pada awalnya merupakan tari pemujaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali. Pemujaan yang dimaksud adalah perlambangan dari penyambutan atas turunnya sang dewata ke alam dunia. Diciptaka oleh I Wayan Rindi yang merupakan seorang maestro tari.
    1. Gerakan tarian yang khas dengan liukan badan penari yang gemulai
    2. Salah satu dari sedikit tarian kelompok dengan karakteristik yang semangat, energik dan ekspresif!
    3. Para penari membawa sebuah bokor atau piring besar yang berbentuk cekung serta bertepian lebar dalam setiap tariannya. Bokor sendiri bisanya terbuat dari logam.
    4. Sikap tarian ini mencakup gerakan tangan, kepala, bahu dan kaki yang khas sekali.
    5. Yang terakhir, yang pastinya sangat unik adalah gerakan mata (seledet) yang dilakukan para penari. Mereka akan menggerak-gerakkan mata ke kiri ke kanan dengan tegas.
    3. TARI JAIPONG
  8. Indonesiaku: Keunikan tari jaipong
  9. Selain Tari Merak, ada Tari Jaipong yang berasal dari Jawa Barat. Tariannya pastinya sudah sangat familiar kan. Dari kostum penarinya pun kalian pastinya juga udah langsung bisa nebak berasal dari mana tarian ini. Tari Jaipong ini lebih tepatnya berasal dari Karawang, Jawa Barat dengan jumlah penari tunggal atau massal. Gerakan yang aktif dan ekspresif menjadikan tarian ini masuk dalam tarian kontemporer karena bersifat dinamis.
  10. Diantara tarian-tarian khas Jawa Barat, Tari Jaipong ini memiliki keunikan yang dijadikan sebagai ciri khasnya. Di mana bukan hany kostumnya saja, melainkan juga pada pola lantai dan gerakannya.
    Bahkan tanpa diketahui sebelumnya kalau Tari Jaipong ini adalah tarian kolaborasi dari berbagai macam kesenian yang ada di Jawa Barat. Menarik banget kan untuk di ulas.

    1. Gabungan dari berbagai macam kesenian dan bela diri

    Keunikan Tari Jaipong ini bisa dilihat dari gerakannya yang diadaptasi dari beberapa kesenian yang berasal dari Jawa Barat, diantaranya adalah Ketuk Tilu, Pencak Silat, dan Wayang Golek.
    Lho kok bisa. Ya karena ini adalah memang keunikan yang dimiliki oleh Tari Jaipong ini. Amati setiap gerakan penari Jaipong yang atraktif dan beberapa ada yang mirip dengan jurus pencak silat.

    2. Menghipnotis penonton

    Alat musik dengung menjadi salah satu alat musik khas dalam pertunjukan Tari Jaipong ini. Di mana alat musik inilah yang kemudian menghipnotis para penonton untuk ikut menari.
    Kelincahan penari dalam bergerak sangat sesuai dengan tema dari tarian ini, sehingga penonton akan ikut terbawa didalamnya. Mood penonton pun menjadi lebih bahagia.
  11. 3. Ditarikan oleh satu orang penari

    Keunikan bdari Tari Jaipong ini adalah ditarikan oleh satu orang penari saja sudah sangat atraktif. Namun bisa banget lho ditarian oleh kelompok. Pokoknya fleksibel banget deh.

    4. Bukan hanya ada satu jenis

    Selama ini yang banyak diketahui hanya satu Tari Jaipong saja, padahal ada jenis yang lainnya. Salah satunya adalah yang dikembangkan di Cilacap dengan nama Jaipong Calung Banyumasan
  12.  5. Tarian hiburan

    asal tarian jaipong dan propertinya
    Dalam hal ini dilihat dari fungsi dan juga kesan yang disampaikan. Di mana berdasarkan tema, tarian ini adalah mewakili kehidupan kawula muda yang enerjik dan penuh semangat.
    Para penonton bukan hanya akan merasa terhibur dengan penampilan Tari Jaipong inis aja, tetapi juga terhibur dengan kesan yang disampingkan. Penonton bakalan terhipnotis dengan gerakan penari yang super semangat.
  13. 4. TARI BONDAN
  14. BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Tari Bondan Surakarta
  15. Tari Bondan adalah tarian tradisional dari Jawa Tengah, tepatnya terlahir dari kebudayaan masyarakat Surakarta di masa lalu.
    Bondan adalah tarian rakyat yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Oleh karena nilai yang diusungnya, dalam sejarahnya tari ini menjadi tarian wajib bagi para kembang desa.
    Tarian Bondan sangat unik terutama dilihat dari jenisnya. Masing masing jenis mewakili keadaan, perasaan, perjuangan serta tingkah laku seorang ibu secara tersendiri.
    Dalam hal ini setidaknya ada tiga jenis tarian yakni Bondan Cidongo, Bondan Mardisiwi dan Bondan Pegunungan (Tani).
    Tari Bondan Cindogo lebih kentara dengan nuansa sedih. Dalam tarian ini digambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap putra tercinta yang baru saja dilahirkan.
    Meskipun pada awalnya memperlihatkan keadaan suka cita, namun pada akhirnya tari ini lebih menonjolkan perasaan sedih karena satu-satunya anak yang ditimang akhirnya meninggal dunia.

MATERI SENI MUSIK KELAS 8 GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.

Beberapa ciri khas lagu daerah, antara lain sebagai berikut:
1. Menceritakan tentang keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang sangat dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.
2. Bersifat serdehana sehingga untuk mempelajari lagu daerah tidak dibutuhkan pengetahuan musik yang cukup mendalam seperti membaca dan menulis not balok.
3. Jarang diketahui pengarangnya.
4. Mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar.
5. Sulit dinyanyikan oleh seseorang yang berasal dari daerah lain karena kurangnya penguasaan dialek/bahasa setempat sehingga penghayatannya kurang maksimal.
6. Mengandung nilai-nilai kehidupan yang unik dan khas.

Fungsi lagu daerah banyak sekali. Diantaranya..
1. Upacara Adat.
Di Sumba sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.
2. Pengiring tari dan pertunjukan
Lagu lagu langgam yang dipadu dengan gamelan di jawa dipakai untuk mengiringi pementasan tari Serimpi di jawa tengah. Bisa juga dipakai unuk pertunjukan wayang kulit, kethoprak, ludruk, drama dsb.
3. Media Bermain
Contohnya cublak cublak suweng dari Jawa Tengah, ampar ampar pisang di Kalimantan Selatan, dan pok ame ame dari Betawi.
4. Sebagai media komunikasi
Pertunjukan musik atau lagu di suatu tempat dapat dipakai media komunikasi secara tidak langsung yang ditandakan dengan banyaknya orang yang melihat pertunjukan.
5. Sebagai media penerangan
Kini lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Contohnya lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernafaskan agama menjalankan fungsi ini.
. Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah
Lagu-lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat musik daerah. dalam masyarakat Jawa dikenal dengan karawitan. Istilah karawitan menunjuk pada seperangkat alat musik tradisional secara lengkap secara orkestra. Seringkali seorang pemain / seniman ahli karawitan menambah /  mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya.
Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan. 
Komposisi karawitan dapat mengembangkan Perbedaan-perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau karakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi:
1. Gaya lokal berarti karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya. Pada isu globalisasi kemudian disebut sebagai entitas lokal genius.
2. Gaya Individual berarti tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya.
3. Gaya Periodikal berarti tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musikal tertentu, misalnya gaya dalam bentuk musikal adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya pada musik Betawi dalam gambrang kromong lagu sayur. dengan lagu phobin,atau dalam lagu keroncong tugu antara kroncong asli, langgam, dan stambul. Dalam karawitan Betawi gaya / musical style dikenal dengan istilah Liaw.
Pada repertoar lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sindhen, demikian juga di Sunda dan Bali, Di daerah Sumatra Utara sering disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang.


MATERI SENI RUPA KELAS 8 SEMESTER 1 MENGGAMBAR MODEL


Menggambar merupakan proses pengungkapan ide/gagasan yang diungkapkan melalui bahasa goresan yang dapat menyampaikan perasaan, ide dan yang dirasakan oleh sang penggambar. Menggambar model adalah yang diawali dengan menentukan model atau contoh benda yang akan ditiru kemudian dilanjutkan dengan menggoreskan pensil ke media gambar (kertas) sesuai contoh bendanya, dan tahapan terakhir adalah pewarnaan agar terlihat estetis serta memberikan bayangan agar terlihat kesan tiga dimensi.

UNSUR MENGGAMBAR MODEL
Titik
Unsur terkecil dan awal dari sebuah karya, koordinat tanpa dimensi atau area. Sebenarnya titik digunakan untuk menciptakan unsur yang lain, karena itu terkadang beberapa ahli lain tidak memasukan titik sebagai unsur seni rupa. Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 94), “secara umum dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena ukurannya yang kecil, dikatakan kecil karena obyek tersebut berada pada area yang luas dan manakala dengan obyek yang sama dapat dikatakan besar apabila diletakan pada area yang sempit.” Pendapat tersebut membahas dengan apik tentang relativitas ukuran. Titik dapat menjadi lingkaran pada area sempit bahkan menjadi tekstur saat dibuat kecil, banyak dan memenuhi area yang besar dengan pengulangan dan ritma.


Garis
Garis adalah  hubungan  dua  titik/jejak titik yang  bersambungan  atau  berderet. Garis dapat dapat digunakan untuk berbagai hal dan salah satu unsur terpenting dari sebuah karya, baik secara langsung maupun hanya bersifat maya/semu (garis tidak tampak secara langsung tapi membentuk kontur tertentu). Keahlian mengolah gambar melalui garis (menggambar) menjadi salah satu fundamental terpenting untuk berkarya bagi seorang seniman / desainer.  Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 96) berpendapat,  “garis merupakan suatu bentuk yang berukuran kecil tetapi memanjang”. 
Garis Nyata dan Garis Maya/Semu
Garis nyata adalah suatu gorensan yang sengaja dibuat
Garis semu adalah batas suatu benda atau sudut, ruang atau sudut, warna atau rangkaian warna.

Bidang
Bidang merupakan garis yang ujungnya saling bertemu dan membuat area tertutup. Bidang menempati ruang dua dimensi/dwimatra. “bidang adalah suatu bentuk raut pipih, datar sejajar dengan dimensi panjang dan lebar serta menutup permukaan. Bentuk-bentuk yang pipih/gepeng, seperti tripleks, kertas, karton, seng, papan tulis, dan bidang datar lainnya.” (Sadjiman Ebdi Sanyoto, 2005: 117).

Ruang
Ruang adalah dalam Seni Rupa adalah  area disekitar obyek, baik dibelakang, diatas ataupun di dalam. Secara umum biasanya ruang dikaitkan dengan tiga dimensi, namun dalam seni rupa, ruang adalah unsur yang memberi kesan keluasan, kesatuan, kedalaman, jauh atau dekatnya suatu obyek. “Dikarenakan bentuk dapat dua dimensi dan tiga dimensi, maka ruang pun meliputi ruang dua dimensi/dwimatra dan tiga dimensi/trimatra” (Sadjiman Ebdi Sanyoto, 2005: 97). Ruang dalam karya dua dimensi hanya bersifat ilusi.

Gelap Terang/Value
Benda apapun yang terdapat pada alam kita akan memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagian. Begitu pula pada karya seni rupa. Gelap Terang adalah unsur terpenting dalam membuat bentuk/gempal agar tampak tiga dimensi dengan memanfaatkan highlight (bagian terang) dan shading (bayangan). Gelap Terang juga berlaku untuk tint dan shading pada warna, misal: merah muda, merah tua.

Tekstur
Tekstur adalah bagaimana permukaan terasa pada saat diraba, tekstur dapat menjadi nyata (dapat diraba) atau hanya disimulasikan saja melalui Gelap Terang dan Warna. “Tekstur adalah sifat atau kualitas permukaan (nilai raba) suatu benda seperti: kasar, halus, licin, dan berkerut. Tekstur dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Nyata, 2. Semu.” (I Made Suparta, 2010: 01).

Warna
Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu. Sebuah benda berwarna merah karena  benda tersebut bersifat pigmen yang memantulkan warna merah dan menyerap gelombang warna lainnya. Benda hitam tidak memantulkan warna apapun karena menyerap semua warna pelangi atau semua panjang gelombang. 
  • Warna primer yaitu warna dasar atau pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain,
  • Warna sekunder yaitu warna yang dapat diperoleh dengan mencampur dua warna dasar dalam
  • Warna tersier yaitu warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder.

  • Warna analogus yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna,
  • misalnya kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan.
  • Warna komplementer yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna,
  • misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain-lain.



Gempal/Volume
“Gempal adalah wujud, rupa, bangun, atau gambaran tentang apa saja yang ada di alam termasuk karya seni atau desain yang dapat disederhanakan menjadi titik, garis, dan bidang”, Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 93). Bentuk adalah susunan titik, garis dan bidang yang menyerupai obyek tiga dimensi/trimatra dalam ruang dua dimensi. Bentuk biasanya dibuat dengan menggunakan gelap terang yang dimanipulasi oleh proses gradasi.


Alat dan Bahan dalam Menggambar Model
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam menggambar model dapat dijumpai dalam berbagai ukuran dan jenis barang seperti pensil, penghapus, kertas dan sebuah papangambar. Barang-barang ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
a. Pensil
Pensil adalah alat utama yang dibutuhkan dalam menggambar. Pensil ini terdiri dari banyak jenis dan ketebalan masing-masing. Ada yang berukuran 2H-H (keras), HB (medium), dan B-2B (lunak). Pensil H tipis, dan pensil B tebal.
 b. Penghapus
Penghapus adalah alat kedua yang dibutuhkan dalam menggambar. Jika terjadi kesalahan dalam menggambar, kita dapat menggunakan penghapus untuk menghilangkan sketsa atau goresan yang tidak dibutuhkan. Penghapus yang baik untuk menggambar adalah penghapus yang lunak dan lentur, agar dalam membersihkan goresan-goresan pensil dapat mengurangi resiko merusak kertas.
 c. Kertas
Kertas adalah bahan utama yang harus dan wajib ada dalam menggambar. Mengapa? Karena kertas adalah media yang digunakan dalam menggambar. Pada dasarnya, dalam menggambar model, gunakan kertas gambar sesuai dengan kebutuhan. Pilih kertas yang tidak terlalu tipis dan usahakan untuk memilih kertas yang memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas bertekstur yang dapat digunakan untuk menggambar model seperti kertas concorde, kertas linen, dan kertas manila yang memiliki ukuran standar (A3, A4, kwarto). Untuk latihan, bisa juga menggunakan kertas buram
 d. Pensil Warna
Penggunaan pensil warna dapat dilakukan dengan cara mengarsir atau memblok warna. Tekanan pada penggunaan pensil sangat mempengaruhi ketajaman warna.
 e. Krayon
Bahan krayon terdiri dari dua macam, yaitu bahan berbasis kapur dan minyak (lilin).
 f. Cat Air
Bentuk cat air terdiri atas bentuk tube dan batangan. Pada bentuk tube menggunakan palet sedangkan cat air dalam bentuk batangan dapat langsung digunakan.


 Prinsip-prinsip Menggambar Model

Proses menggambar model tidak terlepas dari proses pengamatan dan prinsip-prinsip ketika melihat objek. Prinsip-prinsip tersebut disusun dan ditata sedemikian rupa hingga menghasilkan karya gambar model yang baik dan benar. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Komposisi
Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar. Komposisi terbagi atas:
1) Komposisi Simetris
Pada komposisi simetris benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanannya dan memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya.
    2) Komposisi Asimetris
  Pada komposisi asimetris, benda diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun     ukurannya namun demikian masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan   antarbenda atau objek gambar.
    3) Komposisi Sentral
    Komposisi sentral berpusat perhatian benda atau objek model gambar terletak di tengah-tengah        bidang gambar. Penempatan model diatur sesuai dengan proporsi bentuk model dan diatur    seimbang dan memiliki kesatuan antar benda.
 b. Proporsi
Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang dapat diamati.
 c. Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.
 d. Kesatuan
Kesatuan adalah keserasian dalam pengaturan objek gambar sehingga benda-benda yang diatur satu sama lain memiliki kesan ruang, kedalaman, dan antar objek gambar saling mendukung sehingga akan menghasilkan gambar yang baik.



MACAM MACAM TEKNIK MENGGAMBAR BENTUK DAN MODEL
Sebelumnya membahas teknik menggambar perlu saya ingatkan bahwa menggambar tidak lepas dari hukum persepektif dan anatomis, sehingga perlu dipahami dahulu dua hal tersebut agar supaya dalam menggambar sesuai dengan apa yang kita lihat. Teknik menggambar hanyalah upaya kita untuk merealisasikan image kita yang dipengaruhi oleh media kita.Teknik menggambar terdiri dari beberapa macam, antara lain :
1. TEKNIK ARSIR
Teknik mengambar arsir lebih menekankan pada kekauatan garis (stroke). Dilakukan berulang-ulang secara sejajar maupun tumpang berpotongan, hal ini dilakukan untuk memberikan kesan gelap. Atau dapat dilakukan secara sejajar dengan memperhatikan kerapatannya saja, apabila dilakukan dengan rapat menyebabkan kesan gelap dan sebaliknya. Atau menggunakan tekanan yang ringan dan kuat dilakukan secara diulang-ulang. Alat yang digunakan biasanya pensil, spidol, crayon, konte, kapur, arang, dll. 

2. TEKNIK DUSSEL (GOSOK)
Teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat digunakan untuk teknik menggambar yang satu ini. Pada teknik ini stroke/garis akan dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosok (dusel). Yang paling cocok untuk teknik menggambar ini adalah menggunakan jenis pensil yang lunak ( 2B ke atas) atau konte dan krayon. Perhatikan gambar dibawah ini!

3. TEKNIK BLOK (silhouette)
Teknik menggambar ini memang jarang kita jumpai sehingga tampak seperti sesuatu yang baru. Teknik ini lebih menekankan pada perwujudan karakter objek. Dengan hanya melihat silhuetnya saja kita bisa menebak bentuk dari objek tersebut.
4. TEKNIK TITIK (POINTILISME )
Teknik menggambar ini menitikberatkan pada penggunaan titik (dot) untuk membentuk gambar. barangkali ada yang bertanya berapa banyak titik harus dibuat? Ya jawabnya tergantubg dari besar kecilnya gambar serta ditailnya.Penyusunan titik-titik yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan titik. Kerapatan penyusunan titik-titik adalah untuk menentukan gelap terang dari suatu objek agar tampak pejal (kesan tiga dimensional).
5. TEHNIK  AQUAREL (TRANSPARAN)
Teknik menggambar ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Paling cocok menggunakan media cat air, cat acrylik, dsb. Kertas gambar sebelum dilakukna proses menggambar paling bagus yang harus dibasahi agar cat cepat menyebar. Atau dibuat lembab. Alat yang cocok adalah menggunakan kuas. Dilakukan secara berulang-ulang dan menumpuk agar menghasilkan warna tua atau gelap. Teknik menggambar yang satu ini memang membutuhkan kemampuan khusus dalam penguasaan alat kuas. Gambar dari teknik ini memiliki karakter khusus dan karena bahan warnanya cat air atau acrylik maka warna yang dihasilkan memeng tampak cemerlang kalau dibandingkan crayon.
6. LINIER
Teknik linear merupakan cara menggambar objek gambar dengan garis sebagai unsur yang paling menentukan, baik garis lurus maupun garis lengkung.

7PLAKAT
Teknik plakat merupakan cara menggambar dengan menggunakan bahan cat poster atau cat air dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasilnya tampak pekat dam menutup.

8. Teknik Perspektif
Teknik perspektif digunakan untuk menggambarkan benda sehingga tampak wajar, sesuai dengan pandangan mata. Teknik ini biasanya berhubungan dengan peletakan garis horizon, letak benda, dan
jumlah titik hilang. Jumlah titik hilang dalam menggambar perspektif bisa satu titik hilang atau dua titik hilang. Teknik satu titik hilang digunakan untuk menggambar objek yang tampak frontal atau pandangan penggambar tegak lurus pada bidang objek. Adapun teknik dua titik hilang digunakan untuk menggambar objek dari salah satu sudutnya. Sementara garis horizon merupakan garis khayal yang mewakili posisi tinggi mata penggambar.

9. Teknik Sketsa
Sketsa adalah gambar dasar, pola, atau rencana dari pembuatan sebuah gambar. Sketsa dalam menggambar bentuk lebih bersifat menangkap serta membuat garis-garis kontur atau konstruksi bentuk benda agar proporsional. Teknik ini biasanya banyak menggunakan media kering seperti pensil hitam dan pensil warna.

10. Teknik Siluet
Teknik siluet (silhoue) disebut juga teknik global atau teknik bayangan, yaitu salah satu teknik pembuatan gambar dengan cara menggambarkan secara keseluruhan dari suatu benda dalam bentuk bidang dengan cara dihitamkan (teknik arsir blok hitam) seperti gambar bayangan.
Teknik siluet terdiri atas siluet positif dan siluet negatif. Siluet positif, yaitu menghitamkan bagian benda yang digambar. Adapun siluet negatif merupakan kebalikan dari siluet positif, yaitu menghitamkan bagian latar gambar sedangkan objek gambar dibiarkan putih. Alat yang cocok dipergunakan dalam teknik ini adalah tinta bak dan cat poster.

11. Teknik Komposisi
Komposisi dalam menggambar bentuk sangat diperlukan untuk menyusun suatu benda dengan
benda lainnya agar susunan selaras, seimbang, dan memenuhi tuntutan segi artistiknya. Teknik
ini dipergunakan jika objek yang kamu gambar jumlahnya banyak serta bentuk dan jenisnya
beragam. Pada teknik ini dibutuhkan ketepatan dalam mengatur posisi benda sehingga tampak
indah dan mudah dalam menggambar. Usahakan dalam menaruh objek, bagian yang tinggi di
belakang, bagian yang rendah di depan, atau sesuaikan dengan seleramu.

12. Teknik Pencahayaan
Teknik pencahayaaan berfungsi untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dari objek yang digambar. Adanya penyinaran dan pencahayaan menimbulkan gelap terang dan batas-batas antara gelap terang yang menyebabkan ilusi garis. Teknik ini dapat diperoleh dengan arsir tipis tebal. Jika benda mendapatkan banyak cahaya maka diarsirnya dengan arsir tipis, sedangkan jika benda kurang
mendapatkan cahaya maka arsirnya sangat tebal. Dalam menggambar teknik ini aturlah posisi cahaya yang baik, usahakan cahaya datang dari sudut kemiringan tertentu sehingga bayangan akan tampak jelas.
x