Rabu, 10 Desember 2014

Pesona Goa Kreo



Goa Kreo adalah Goa yang dahulu kala digunakan untuk semedi Sunan Kalijaga pada saat membawa kayu jati ke Demak. Karena kayu jati terjepit di tebing, maka Sunan Kalijaga beserta pengikutnya beristirahat dipuncak bukit. Di bukit tersebut Sunan Kalijaga menemukan goa untuk bersemedi. Sedangkan pengikutnya beristirahat sambil menyiapkan bekal untuk selamatan. Pada saat sedang makan, datanglah empat ekor kera yang warnanya merah, kuning, putih dann hitam dengan tujuan akan membantu apa yang menjadi kesulitan Sunan Kalijaga dan pengikutnya. Setelah selesai makan, mereka bersama-sama berangkat ke tebing tempat kayu terjepit. Berbagai cara kayu tersebut diambil namun sia-sia dan pada akhirnya dipotong menjadi dua bagian. Satu bagian tenggelam dalam ladang dan satu bagian lagi dibawa menuju ke Demak. Pada saat akan pergi keempat ekor kera ingin ikut tetapi tidak diperbolehkan. Akhirnya keempat ekor kera diberi wewenang untuk ngreho yang artinya merawat sungai dan goa. Selanjutnya sungai dan goa tersebut diberi nama GOA KREO. 


Sampai saat ini Goa Kreo banyak diminati oleh masyarakat setempat. Goa ini berada di Kecamatan Gunungpati, Semarang. Tidak hanya masyarakat lokal, masyarakat yangg berasal dari luar kota Semarang pun pernah berkunjung ketempat ini bahkan sampai masyarakat dari luar Indonesia. Banyak turis asing yang menyukai pesona Goa Kreo, mereka seakan terhipnotis oleh pemandangan Goa Kreo. Kera-kera yang ada di Goa Greo sangatlah jinak. Mereka sangat bersahabat dengan pengunjung. Bahkan pengunjung bisa memberi makan kera tersebut secara langsung. 


Tidak ada salahnya jika Anda mencoba berkunjung ke tempat ini. Penat yang ada di dalam pikiran pun langsung hilang 100%. Selamat bersenang-senang :) 

Senin, 29 September 2014

Grup Thek-Thek "Rampak Kenthong Titir Budaya"



Rampak Kenthong Titir Budaya adalah suatu grup kesenian kenthongan yang berasal dari Desa Karang Duren Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga yang merupakan sebuah kesenian daerah yang cara memainkannya dengan berkelompok atau membutuhkan banyak orang. Grup thek-thek Rampak Kentthong Titir Budaya saat ini masih tetap eksis dan semakin berkmebang dikalangan masyarakat Purbalingga khususnya masyarakat Bobotsari, hal itu dibuktikan karena Rampak Kenthong Titir Budaya tersebut sering tampil dan mendapat juara dalam acara-acara tertentu misalnya: acara hari jadi Kota Purbalingga mendapat juara 3, event tahunan Purbasari Pancuran Mas mendapat juara 1, hari jadi karang taruna mendapat juara 1, Cilacap Ekspo Pertamina mendapat juara 3, dan pernah mewakili Purbalingga dalam acara Parade Seni Semarang. Rampak Kenthong Titir Budaya selain tampil di kandang sendiri juga pernah tampil di luar kota, yaitu: di Pati, Pekalongan, Bogor, Pemalang, Purwokerto, dan Semarang.
Rampak Kenthong Titir Budaya terdiri atas dua bagian, yaitu bagian penari dan pemain musik. Penari Rampak Kenthong Titir Budaya terdiri dari penari putri, penari putra, penari tameng, mayoret, dan gita pati. Pemain musik Rampak Kenthong Titir Budaya sesuai dengan jumlah alat musik kenthongan yaitu ada 30 pemain. Alat musik kenthongan tersebut terdiri dari angkung, gambang, bedug, simbal, kenthong, icik-icik, eret-eret, kentur, terompet bambu, dan suling. 
 Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan bapak Imam di Desa Karang Duren tanggal 18 Mei 2014, selaku ketua dalam Grup Thek-Thek Rampak Kenthong Titir Budaya mengatakan bahwa Rampak Kenthong Titir Budaya berdiri tanggal 29 Agustus 2009. Berawal dari tongkrongan beberapa orang dipinggir jalan sambil menyanyi diiringi beberapa alat musik yang terbuat dari bambu dan kendang terbuat dari karet bekas ban dalam motor dan kemudian beberapa hari setelah itu semakin bertambah personil yang ikut bergabung. Pemuda Desa Karang Duren bersepakat untuk membentuk suatu grup thek-thek dan ide itu mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Pemuda tersebut memberi nama Titir Budaya, “Titir” itu sendiri diambil dari jenis nama sebuah pukulan kenthong dalam  kegiatan ronda kampung, “Budaya” adalah sebagai warisan leluhur yang wajib dilestarikan.
Kenthongan Titir Budaya sangat ingin melestarikan budaya daerahnya di kalangan masyarakat luas, selain itu Titir Budaya juga mempunyai tujuan untuk mengalihkan perhatian anak-anak muda di kampung dari kegiatan-kegiatan yang berdampak negatif, menjaga kerukunan antar pemuda dan mengarahkan para pemuda agar lebih kreatif dari sebelumnya. Ciri khas dari Titir Budaya adalah terdapat logo Titir Budaya di setiap alat musik yang digunakan.
Rampak Kenthong Titir Budaya merupakan grup thek-thek yang mandiri karena dana awal yang masuk berasal dari hasil ngamen para personil Titir Budaya sendiri, tanpa ada sponsor yang membantu grup ini bisa tetap eksis dan semakin berkembang sampai sekarang. Modal awal dari hasil ngamen digunakan untuk membeli peralatan dan seragam, kemudian grup dikelola melalui kas sampai saat ini.

Jumat, 19 September 2014

Yuk Kita Kepoin Kera Sakti ^^



Yoooo.... Raja kera sakti  Sun Go Kong mulai beraksi !!

Siapa coba yang gak kenal dia, seekor kera yang jago berantem, usil, bikin onar, liar, nakal, brutal, membuat semua orang menjadi gempar. Eeiiittsss tunggu dulu, dia emang seekor kera tapi jangan salah lho kawan. Dia itu sangat sangat sangat tampan hahaha. Iya tampan, ganteng, kece, cakep, imut, lucu dan menggemaskan pula. Aaaaaaa pokoknya WOW banget deh ^^ . 

Dialah si kera sakti, yang terlahir dari sebuah batu. Apapun masalahnya, kalau lihat adegan si kera sakti ini pasti langsung nyes deh. Hatinya jadi edem banget. Lihat aja senyumnyaa, nyes banget kan. Sosok kera yang paling digemari oleh semua orang, baik itu anak kecil sampai orang dewasa. Termasuk aku juga hihihi.. 

Kalau kalian semua kangen sama kekonyolan si kera sakti ini, kalian bisa buka di www.kerasakti9698.com. Disana kalian bisa nonton lagi aktingnya yang memukau itu. Subtitlenya pakai Bahasa Indonesia kok guys. Ayo buruan, kalian gak bakalan rugi deh :D



Resume Jurnal



1.      Penulis                    : Endang Ratih E.W
2.      Nama Jurnal           : Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni
3.      Judul                       : Fungsi Tari sebagai Seni Pertunjukan
4.      Volume                   : 2
5.      Tahun                     : 2001
6.      Halaman                 :67-77
7.  Resum          :
Tari sebagai seni pertunjukan adalah seni yang hanya dapat dinikmati dan dinilai pada saat pertunjukkan itu saja. Sehubungan dengan hal itu maka menciptakan suatu tarian sebagai seni pertunjukkan perlu mempertimbangkan masalah situasi dan kondisi serta tingkat daya apresiasi seni masyarakat yang akan dihidangi. Sebab tari sebagai seni pertunjukkan tanpa penonton, artinya tanpa massa pendukung adalah tidak mungkin dalam alam modern ini. Dari kenyataan tersebut, seorang koreografer diusahakan jangan membuat tari-tarian yang sekiranya baik untuk waktu 10 atau 20 tahun yang akan datang, tetapi sekarang belum dapat diterima oleh masyarakat.

coretan kecil

biasanya anak kuliahan itu kalau tanggal tua ya gini nih, menggalau ria! bukan maksud apa-apa sih, tapi yo piye meneh??emang sakjane yo ngene iki, belajar hemat. yaahh, meski baru belajar sedikit sih. belum ada apa-apanya ketimbang sang master hemat *hlo kan gak ada sang master hemat yak -_- . oke clear, cukup sudahi menggalau, cukup sudahi bersedih, dan cukup sudahi mempersulit diri sendiri. kita itu ditakdirkan bukan untuk menggalau gara-gara hal sepele bro. entah itu masalah duit, cinta, keluarga, atau bahkan kematian. bayangin aja kalau galau mikirin kematian, bisa kencing di celana entar ya :D . just kidd yoo :* 

so, gue dan lo semua bisa kok hidup tanpa menggalau. hidup itu jangan dibikin ribet kawan. hidup kan cuma terdiri dari lima kata, buat apa coba dibikin susah.

Oke Never Give Up Bebby :*


Lirik Lagu Sampai Akhir Waktu - Yovie Nuno


Sampai Akhir Waktu
ku akan datang lagi
meski ibumu melarang
ku tunjukkan kesungguhan
untuk miliki dirimu
* yang ku ingin bukan sekedar
hanya untuk pacaran
yang ku mau memberikan seluruh cinta
sampai akhir waktu nanti
walau rintangan yang selalu datang
aku takkan pernah mundur
walau tantangan tak pernah berhenti
cinta takkan pernah mati
repeat *
aku tak main-main dengan semua ini
(aku akan datang lagi)
meski ibumu melarang oow
(ku tunjukkan kesungguhan)
untuk miliki dirimu
repeat *
sampai akhir waktu nanti
cintaku sepanjang masa

My First Novel ^^

Rannia Tunggul Widjaya
Nama gue Rania Tunggul Widjaya, anak kedua dari pasangan Aryo Widjaya dan Salma Tunggul Widjaya. Bokap gue adalah putra pertama dari Prayogo Widjaya, orang terkaya nomor 2 di Indonesia setelah keluarga Hartono (pemilik dari Djarum Grup itu lho). Sekarang Widjaya grup di wariskan ke bokap gue. Opa udah gak sanggup lagi buat ngelola semua perusahaannya. Opa sama Oma lebih milih tinggal di Bogor ngurusin kebun teh nya yang berhektar-hektar itu. Sebagian besar aset perusahaan di pegang sama bokap gue. Keluarga Widjaya itu banyak banget!! Anak pertama itu bokap gue, anak kedua ada om Dharma tapi beliau udah pindah ke Malaysia. Terus anak ketiga ada tante Eva, dia sekarang tinggal di Kalimantan ikut suaminya. Anak ke empat itu ada om Surya, om Surya itu adalah pemilik dari Indonesia TeleVisi. Tau kan IndoTV, itu lho Tv swasta nomor satu di Indonesia. Yang acaranya anak muda banget. Beliau dierktur utama dari IndoTV, keren kan. Dan yang terakhir ada tante Yuni, tante Yuni itu baru menikah tahun lalu dan sekarang tinggal bareng Opa sama Oma di Bogor.
Oke, sekarang cerita lebih lanjut tentang gue. Panggil aja gue Rana. Gue sekarang sekolah di International Senior High School, kelas 11 A2. Gue punya kakak cowok, namanya Raditya Tunggul Widjaya. Kak Radit sekarang kuliah di University of Oxfod, dia ngambil management. Gue itu anaknya sangat-sangat perfek abis, di sekolah gue dijuluki miss perfect! Gue sih cuek sama mereka, oh iya gue juga satu sekolah sama Cinta Mahardika. Itu lho artis yang sok bule. Dia kakak kelas gue. Kata temen-temen di sekolah, gue itu cantik, manis, baik, suka nolong, tapi sombongnya minta ampun, gue juga judes. Gue itu cewek boros banget. Hobi gue itu cuma ngabisin uang bokap doang. Ya gimana lagi itu kan udah kodratnya gue.
Sebenernya gue itu murid baru disini. Gue pindahan dari Oxford Senior High School. Padahal gue gak pengen pindah, enakan di negara lain, lebih nyaman. Hari ini gue pertama masuk sekolah.
“Non Rana nanti di jemput jam berapa?” kata Pak Yanto supir pribadi gue.
“Nanti Rana telpon Pak Yanto aja ya .. “ Jawab gue sambil keluar dari mobil. Pak Yanto langsung pergi ninggalin gue. Gue tetep jalan ke depan dan nyari ruang guru. Anehnya semua anak disitu pada ngeliatin gue. Diihh norak banget sumpah! Katanya sekolah internasional tapi muridnya pada ndeso.
Gue lewat tengah lapangan basket dan gue di samperin sama segerombolan cewek norak, alay, sok cantik lagi.
“Lo anak baru itu ya?” tanya salah seorang dari mereka. Gue gak jawab, gue malah ngeliat mereka dari ujung rambut sampe ujung kaki. “Kenapa?? Lo terkesima liat gue??” kata anak itu lagi.
“Enggak.” Jawab gue singkat.
“Kenalin nama gue Shifa, gue anak 11 A2. Gue ketua tim cheers disini.” Dia jabat tangan sama gue. Gue cuma ngangguk. “Nama lo siapa?” tanya dia
“Gue Rana” jawab gue.
“Oiya kenalin mereka sahabat-sahabat gue” kata Shifa sambil nunjuk ketiga sahabatnya. “Yang agak item namanya Lala, yang keriting namanya Putri dan yang jangkung namanya Agni.” Kata Shifa sama gue. Mereka melambaikan tangan ke gue, iihhh jijay deh. “Oiya asal lo tau aja, kita disini adalah gank cewek paling terkenal dan gak ada yang berani sama kita.” Jelas Shifa.
“Iya Ran, kalau ada yang macem-macem sama kita, mereka udah drop out dari sini.” sambung agni.
“Kenapa emangnya?” tanya gue.
“Ya jelas lah, mereka takut sama kita dan mereka langsung pindah sekolah dari sini.” Sambung Putri.
“Pokoknya kalau lo macem-macem sama kita, lo bakal tau akibatnya.” Kata Lala
Gue hanya ngangguk dan langsung pergi ninggalin mereka.
“Eh Rana, gak sopan banget sih lo main pergi aja!” teriak Shifa sama gue. Gue balik arah dan ngeliatin mereka berempat. ”Masih anak baru aja udah blagu banget sih!” sambung Shifa lagi. Shifa ngedeketin gue. “Heh Rana, kalau lo sampe gak mau nurut apa kata gue, lo bakal tau akibatnya. Ngerti?!” gertak Shifa. Gue gak jawab gue tetep diem dengan wajah cuek. Omongan mereka gak penting banget sumpah.
“Wah lo bener-bener kelewatan!” kata Lala
“Gue mau ke ruang guru.” kata gue sambil ninggalin mereka berempat.
Sesampainya di ruang guru, gue ketemu sama cowok yang udah gak asing lagi. Dia Restu, saudara sepupuu gue. Dia anak ketiga dari om Surya. Gue kaget banget sumpah, perasaan dia sekolah di Bogor tapi kok dia disini?? Oke, gue langsung nyamperin tuh anak.
“Heh!” gue nepuk pundaknya. Dia kaget dan ngeliat gue.
“Ranaaaaa......!!!” Restu jingkrankan dan meluk gue, gila nih anak. “Akhirnnya gue satu sekolah lagi sama lo.” Dia senyum sok manis sama gue.
“Lo gak usah lebay deh. Bukannya lo sekolah di Bogor?” tanya gue.
“Iya, tapi setelah gue tau lo mau pindah kesini, gue juga ikutan pindah deh. So sweet kan gue.” kata Restu.
“So sweet apanya? Lebay banget tau gak.” Jawab gue.
“Pokoknya kita bakal satu sekolah lagi kayak dulu, dan kita bakalan satu kelas.” kata Restu girang. Gue kaget setengah mati. Gue satu sekolah sama dia, satu kelas lagi. Gila gak bisa bayangin! Emang sih dulu gue satu SD sama dia di Bogor, tapi waktu kelas 5 gue pindah ke Oxford. Dan sekarang gue mesti bareng lagi?? Gila ... Restu itu cakep sih, banyak yang ngejar-ngejar, baik juga anaknya. Tapi yang bikin gue males, dia itu lebaynya minta ampun, sembrono, jorok lagi.
Gue sama Restu ngikutin guru BP dari belakang dan mulai menuju kelas. Sesampainya di kelas, semua anak pada bengong ngeliatin kita. Dan yang gue sebel, gue banreng satu kelas sama si Shifa and the gank. Ampun deh.
“Anak-anak, sekarang kita kedatangan dua murid baru. Kalian bisa berkenalan sendiri, saya masih ada pekerjaan di kantor.” Kata Bu Lilis guru BK yang super semok. Di kelas itu lagi pelajaran Kimia, dan lo tau gak gurunya culun abis. “Pak Wawan, saya mau ke kantor lagi. Saya pasrahkan kedua anak baru ini sama Anda.” Kata bu Lilis pada Pak Wawan, guru kimia yang super duper culun itu.
“Iya bu, siap” jawab pak wawan. Bu Lilis langsung pergi ninggalin kelas.” Ya anak-anak , ini ada murid baru. Ayo silahkan kalian perkenalan dulu.” Kata pak Yanto sama kita.
“Hai semua, nama gue Restu Anggoro Putra. Panggil aja gue Restu, dan gue pindahan dari Bogor.” Kata Restu sok imut banget deh.
“Ada yang mau ditanyakan sama Restu?” kata pak Wawan pada semua murid di kelas.
Ada salah satu anak cewek yang tunjuk tangan, gak salah lagi dia Shifa, ketua gank soim.
“Restu udah punya cewek belum?” tanya shifa. Anak anak yang lain pada nyorakin dia.
“Kalau belum, aku mau dong jadi pacarnya” sambung Putri sambil senyum sok imut gitu. Diihh amit-amit.
“Gue masih jomblo kok” jawab Restu. Gue kaget, Restu jomblo?? Perasaan dia udah punya cewek di Bogor.
“Lo jomblo?? Perasaan lo ..” kata kata gue berhenti ketika Restu bekep mulut gue, gue langsung ngelepasin tanganya itu. “Apaan sih lo, aneh tau.” kata gue ke Restu. Dia ngedipin matanya ke gue, dasar playboy cap kangkung.
“Oiya teman teman, di sebelah gue ada Rannia Tunggul Widjaya. Panggil aja dia Rana, dia saudara gue yang paling-paling ceroboh.” kata Restu sambil nglingkarin tangannya ke pundak gue. Gue melototin Restu, enak aja gue di bilang ceroboh.
“Kalian saudaraan??” tanya Lala
“Kok gak mirip?” sambung Agni
“Ya enggak mirip lah, gue cewek lha dia cowok. Gimana sih” jawab gue cuek
“Kita mirip kok” kata Restu
“Ya sudah, kalian bisa duduk di bangku yang kosong itu.” kata pak Wawan
“Ran, bangku yang kosong cuma 2, depan satu yang belakang juga satu. Lo kan pinter jadi lo duduk depan ya, gue yang belakang. Oke sip!” kata Restu sambil menuju bangku belakang dan langsung duduk. Ihh sumpah nyebelin banget dia, gue duduk di depan sendiri. Gak ada temennya lagi, dasar Restu rempong. Gue nuju bangku paling depan dan langsung duduk.
“Oke kita mulai lagi materinya. Buka buku paket kalian halaman 35, disitu ada satu soal dan kerjakan” perintah Pak Wawan.




*BERSAMBUNG ...

Kamis, 20 Maret 2014

Ragam Gerak Tari Retno Pamudyo

NO
RAGAM GERAK
HITUNGAN
                                      URAIAN GERAK
1
Kipat srisig
5-6

7-8

1-4
5-8
Debeg gejug kiri, tangan kiri memegang gendewo, tangan kanan memegang sampur
Debeg gejug kanan, tangan kanan berada di samping telinga kiri.
Srisig satu putaran
Jinjit, mendak. Tangan kiri pegang gendewo di atas pundak kiri, tangan kanan seblak sampur kanan .
2
Lumaksono


5-8
1-4
5-6
7-8

1-4
5-8
Jalan ke depan 6 kali sambil ayunkan tangan kanan ke samping kanan dan kiri.
Kipat srisig
Srisig putar ke pojok kanan
Cul sampur kanan, kaki kanan maju lalu kaki kiri
Gejug kaki kanan, tangan kiri tawing gendewo , tangan kanan trap cethik.
Ogek lambung
Ngglebag kiri, gejug kiri, tawing tangan kanan, tangan kiri trap cethik .
3
Enjer

5-8
1-4
5-8

1-4
5-8

5-8
1-4
5-8
1-4
Mundur enjer dengan samparan dilangkahi
Kipat srisig
Putar srisig ke pojok kiri
Cul sampur, maju kaki kiri lalu kanan , gejug kiri , tawing kanan , tangan kiri trap cethik
Ogek lambung
Ngglebag kanan, debeg gejug kanan , tawing gendewo
Mundur enjer
Kipat srisig
Srisig putar menghadap belakang
Gejug kanan lalu kiri
Srisig ke posisi semula
4
Sindet
5-8
Cul sampur kanan, debeg gejug kanan, tangan kanan pindah ke atas tangan kiri. Debeg gejug kiri ukel tanggung, seblak sampur kanan.
5
Nikel warti
1-4
5-8
1-4
Debeg gejug kiri, ambil sampur knan maju kaki kiri
Debeg gejug kanan, prpses jengkeng
Kedua tangan lurus ke depan dada, cul sampur kanan
6
Jengkeng, Sembahan
5-8

1-4

5-8


1-4
5-8

1-4
5-8
Tangan kiri diatas lutut kiri, tangan kanan ngiting disamping pinggang, gedeg
Seleh gendewo letakan di samping kaki kiri, tangan kiri ngrayung diatas lutut kiri
Kebyok sampur, keplaskan ke belakang sambil jengkeng, tangan kanan lurus ke samping kanan di tekuk siku-siku, sikut kanan nempel di pinggang kemudian luruskan lagi.
Cul sampur, tangan kanan di tekuk lagi dan di luruskan lagi.
Kebyok sampur, leyeh ke belakang tangan lurus ke depan, cul sampur ukel lalu manggut, sembahan , pacak gulu .
Ambil gendewo
Berdiri lalu sindhet.
7
Lembehan separo
1-4
5-8
1-4
5-8
Debeg gejug kiri mundur kiri, tangan kanan ngembat
Debeg gejug kanan mundur kanan , panggel .
Debeg gejug kiri, maju kiri tangan kanan ukel nanggung.
Debeg gejug kanan, maju kanan. sindhet
8
Laras sawit
1-4

5-8

1-4
5-8
1-8
Ambil sampur kanan, kaki kiri ke depan tangan kanan nekuk nempel pinggang
Kaki kiri seret ke depan kaki kanan, tangan kiri trap cethik pegang gendewo
Cul sampur , ngembat kaki kiri kembali ke posisi awal
Geser pelan kaki ke kanan
Ngembat kaki kiri kembali ke posisi awal , geser ke kanan. Ngembat , leyeh kiri debeg gejug kiri maju kiri lalu sindhet
9
Golek iwak
1-8





5-8
1-4
5-6



1-2

3-4
5-6


7-8

1-2

3-4

5-8

1-4

5-8

1-2

3-4

5-8
Tangan kanan ngrayung, gerakan ke depan sampai posisi trap cetik dengan telapak tangan ngrayung ke bawah. Tangan kiri trap cethik sambil pegang gendewo. Debeg gejugg kiri, maju kiri ukel tangan kanan seblak kiri . kemudian lakukan gerakan tersebut secara bergantian dengan tangan kiri.
Kipat srisig
Srisig ke depan.
Maju kaki kanan cul sampur kanan, jangkah kaki kiri, gejuk kanan, tangan kiri tawing gendhewa, tolehan ke kiri

Ogek lambung

Ogek lambung

Tangan kiri buka, tolehan ke kanan, posisi
badan sambil mendhak

Kembali posisi semula, tawing gendhewa kiri

Ogek lambung

Ogek lambung

Maju kaki kanan, puter balik, tangan kanan tawing tolehan tetap ke kiri, gejuk kaki kiri

Ogek ambung

Menthang tangan kanan

Ngembat tangan kanan,

Jangkah kanan kenser, samparan ditiggal

sindet
10
Perang kenser
1-4


5-6

7-8


1

3-4

5-6

7-8

1



3-4
5-6


7-8

1

3-4



5-8
Hoyok, tangan kanan ngembat njimpit sampur , posisi kaki jejer

Tarik sampur ke depan puser, kemudian dorong tangan kanan menthang kanan

Tarik sampur kedepan puser lalu diseblakan kekanan tolehan ke kanan

Gejuk kaki kiri

Jangkah kaki kanan kemudian kenser, tangan kanan methang sampur, tangan kiri trap cethik tolehan ke kiri

Ngembat tangan kanan

Tarik tangan kanan depan puser kemudian ukel wutuh

Tangkis gendhewa, tangan kanan nyekithing njimpit sampur trap cethik, tolehan kekiri, gejuk kaki kanan’ gendhewa kembali turun trap cethik

Jangkah kaki kiri kemudian kenser, tolehan ke kiri
Dorong tangan kanan menthang sampur tolehan kanan, kaki jejer

Kemudian tarik tangan kanan ke depan puser, kemudian diseblakan ke kanan

Gejuk kaki kiri

Jangkah kaki kanan kemudian kenser, tangan kanan methang sampur, tangan kiri trap cethik tolehan ke kiri


sindet
11
Lembehan wutuh
1-2


3-4



5-6


7-8


1-2

3-4



5-8

Dhebek kaki kiri, tangan kanan ngembat, tangan kiri nyekithing trap cethik

Kedua tangan tarik ke samping kiri, tangan kiri menthang ngrayung, tangan kanan nyekithing trap cethik, kaki kiri mundhur ngeneti, tolehan ke tangan kiri

Dhebek kaki kanan, tangan kiri ngembat, tangan kanan nyekithing trap cethik

Tangan kiri tarik ke tengah, tangan kiri ngrayung diatas tangan kanan ngrayung(panggel), kaki kanan ngeneti

Dhebek gejuk kaki kiri, maju

Maju kaki kiri, tangan kanan ukel mlumah, tangan kiri ngrayung menthang, tolehan ke tangan kiri


sindet
12
Srisig mojok kanan
1-4

5-6


7-8

1-4
5-6


7-8



1-4

5-6


7-8



1-4


5-8



Hoyokan, ngembat tangan kanan hadap pjok kanan

Dhebek gejuk kaki kiri, tangan kiri menthang gendhewa

Tangan kanan kipat sampur, debek gejuk kaki kanan, mancat  menuju srisig

srisig menuju depan pojok kanan
Gejuk kaki kanan, tangan kiri menthang gendhewa, tangan kanan nyekithing trap cethik

Dhebek gejuk kiri, tangan kiri ditarik didepan telinga, tangan kanan menthang, mancat menuju srisig
Srisig  menuju belakang pojok kiri

Gejuk kaki kiri

Kipat sampur, dhebek gejuk kaki kanan, menthang kiri, tangan kanan depan telingan, mancat, srisig

Srisig , mutar lingkaran penuh




Srisig


Sindet
13
Ukel karno
1-4



5-6

7-8


1-4



 5-6

7-8






1-4
5-8




1-4

5-6

7-8


1-4

5-6

7-8


1-4

5-6

7-8


1-4

5-8

1-4

5-8


1-4


5-8


1-4



5-6

7-8


1-4

5-8


1-4

5-8

Tangan kanan ditarik kedepan kemudian di ukel dibawah telinga, posisi tangan kiri trap cethik membawa gendhewa, kaki kiri posisi gejuk

Dhebek gejuk kaki kiri

Maju kaki kiri, tangan kanan diukel bawah telinga, tolehan kekiri, kaki kanan posisi gejuk

Kaki kanan jejer, kemudian tangan kanan mengambil panah kemudian menthang tangan kanan dengan menggunakan panah, tolehan ke kanan,

Dhebek gejuk kaki kiri

Maju kaki kiri, kemudian tangan kiri membawa gendhewa dengan arah busur gendhewa ke kanan, tangan kiri nyekithing gendhewa trap cethik (posisi jari seperti kaki karuda ygsedang mencengkram mangsanya), tolehan menghadap gendhewa, kaki kanan posisi gejuk

Pacak gulu (jonggo)

Maju kaki kanan, kemudian belok hadap kanan, tangan kiri trap cethik dengan membawa gendhewa, tangan kanan menthang panah, tolehan ke kanan, kaki kiri gejuk

Tangan kanan ngembat panah,

Dhebek gejuk kaki kiri

Maju kaki kiri pasang panah,posisi kaki kanan gejuk, tolehan menghadap ke gendhewa

Pacak gulu

Dhebek gejuk kaki kanan

Maju kaki kanan, gendhewa di tarik ke arah samping kanan, posisi gendhewa menghadap keatas, kaki kiri gejuk, tolehan ke kanan

Pacak gulu

Dhebek gejuk kaki kiri

Maju kaki kiri, gendhewa dorong ke kiri,  kaki kanan posisi gejuk tolehan ke kiri

Pacak gulu

Ngembat gendhewa, kaki kanan gejuk

Pacak gulu

Ngembat gendhewa, jangkah kanan kiri trus kenser, kemudian maju kaki kiri dilanjutkan posisi jengkeng, cul panah

Tawing kiri, masih posisi jengkeng, tolehan ke kiri

Tangan kanan ngambil sampur, kemudian mentahang kanan sampur, tangan kiri trap cethik dengan menggunakan gendhewa, toolehan ke kanan

Usap pasuryan (mangklung) , tangan kanan ditarik depan muka, kemudian di ukel mlumah, dilanjutkan cul sampur

Dhebek gejuk kaki kiri

Maju kaki kiri,tangan kiri tawing gendhewa, tangan kanan seblak sampur diteruskan nyekithing trap cethik, kaki kanan posisi gejuk tolehan kekiri

Pacak gulu

Menthang gendhewa kiri, kaki kanan masih gejuk, ttolehan ke kiri

Ngembat, jangkah kanan kiri kemudian kenser

Sindet
14
Engkyek
1-2


3-4



5-6



7-8




1-2



3-4


5-6



7-8



1-2


3-4



5-6

7-8

1-2


3-4

5-8



Posisi kaki tanjak kiri, tangan kiri kebyok sampur trap cethik, tangan kanan nekuk jimpit sampur, tolehan ke kiri

Badan ndudut, kaki kiri njijit, tangan kanan menthang njimpit sampur, tangan kiri masi tetap kebyok sampur, tolehan ke kanan

Posisi kaki tanjak kiri, tangan kiri kebyok sampur trap cethik, tangan kanan nekuk jimpit sampur, tolehan ke kiri

Badan ndudut, kaki kiri njijit, tangan kanan menthang njimpit sampur sambil diseblakan, tangan kiri masi tetap kebyok sampur, tolehan ke kanan

Posisi kaki tanjak kiri, tangan kiri kebyok sampur trap cethik, tangan kanan nekuk jimpit sampur, tolehan ke kir

Badan ndudut, kaki kiri njijit, tangan kanan menthang njimpit sampur, tangan kiri masi tetap kebyok sampur, tolehan ke kanan

Posisi kaki tanjak kiri, tangan kiri kebyok sampur trap cethik, tangan kanan nekuk jimpit sampur, tolehan ke kiri

Badan ndudut, kaki kiri njijit, tangan kanan menthang njimpit sampur sambil diseblakan, tangan kiri masi tetap kebyok sampur, tolehan ke kanan

Posisi kaki tanjak kiri, tangan kiri kebyok sampur trap cethik, tangan kanan nekuk jimpit sampur, tolehan ke kiri

Badan ndudut, kaki kiri njijit, tangan kanan menthang njimpit sampur, tangan kiri masi tetap kebyok sampur, tolehan ke kanan

Dhebek gejuk kaki kiri,

Kebyak sampur kiri,

Kedua tangan ukel mlumah masih posisi njimpit sampur, disertai ogek lambung

Maju kaki kiri, kedua tangan ukel wutuh cul sampur

Ukel mlumah tangan kiri, tangan kanan seblak
sampur, kaki kiri dhebek gejuk, tolehan ke kanan

15
Nikel warti
1-2



3-4



5-8


1-4

5-6

7-8

1

2

3-4

5-6

7-8

1-4

5-6

7-8

1-4


5-8

1-4

5-8



Dhebek gejuk kaki kiri, tangan kanan ambil sampur menthang, tangan kiri ngrayung trap cethik, tolehan ke kiri

Maju kaki kiri, tangan kanan menthang njipit sampur, tangan kiri ngrayung trap cethik tolehan ke kiri

Turun proses jengkeng, menjadi jengkeng, tangan kiri ngrayung dilutut kiri, tangan kanan njipit sampur

Tangan kanan cul sampur

Tangan kanan seleh trap cethik

Pacak jonggo

Seleh gendhewa

Nyampar samparan

Tarik tangan kiri, taruh diatas lutut

Kapyuk  sampur

Tarik kebelakang,

Dorong ke depan kmudian cul sampur

Seleh nyekiting trap cethik

Lenggut, sembahan

Turun kembali ke keposisi semula, tangan kiri diatas, tangan kanan nyekiting trap cethik

Gedhek pacak gulu

Ambil gendhewa

Srisig