Rabu, 29 Juli 2020

MATERI SENI TARI KELAS 8 KEUNIKAN GERAK TARI TRADISIONAL

 Tari tradisional adalah suatu tarian yang pada dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh masyarakat yang memiliki tari tersebut.

Berdasarkan koreografinya, tari tradisional dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. tari klasik yaitu merupakan tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.Tari klasik ini pada umumnya memiliki beberapa ciri khas antara lain :
    • Berpedoman pada pakem tertentu (ada standarisasi)
    • Memiliki nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam
    • Disajikan dalam penampilan yang serba mewah mulai dari gerak, riasan, hingga kostum yang dikenakan. 
    1. Tari Rakyat yaitu merupakan jenis tari tradisional yang lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang sejak zaman primitif, dan diturunkan secara turun temurun sampai sekarang.

      Tari rakyat atau juga dikenal dengan sebutan tari folklasik umumnya memiliki beberapa ciri khas yang merupakan kebalikan dari tari klasik, yaitu antara lain
      • Kental dengan nuansa sosial
      • Merujuk pada adat dan kebiasaan masyarakat
      • Memiliki gerak, rias, dan kostum yang sederhana.  
    2.  Tari Kreasi Baru yaitu merupakan tari klasik yang diaransemen dan dikembangkan sesuai perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tari kreasi baru umumnya diciptakan oleh para pakar tari

    FUNGSI TARI TRADISIONAL

    1. Sebagai Sarana Keagamaan

    Sejak dahulu didalam upacara keagamaan manusia menggunakan tari tarian sebagai sarana komunikasi dengan tuhan. Tari biasanya digunakan sebagai sarana keagamaan yang bersifat sakral.
    Di pulau Bali masih ada tarian tarian keagamaan yang biasanya dilakukan sebagai sarana komunikasi dengan para dewa dan leluhurnya. Contohnya tari Kecak, Sang Hyang, Keris, dan Rajang dan dilakukan di pura pura.

    2. Sebagai Sarana Pergaulan


    Keakraban tersebut akan muncul jika ada suatu sarana yang memadahi salah satunya tari. Contoh tari pergaulan ini adalah tari Jaipongan, tari Tayub, tari Adu Jago dan tari Manduda.

    3. Sebagai Tontonan

    Merupakan jenis tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Hampir di setiap  daerah di Indonesia memiliki jenis tarian ini.  Diharapkan setiap yang menonton tarian ini akan merasa terhibur.
  2. KEUNIKAN TARI TRADISIONAL

  3. 1. TARI SAMAN
  4. Keunikan Tari Saman
  5. Keunikan tari saman ini lumayan banyak dan dapat membuat orang yang melihatnya tertarik. Tarian asal aceh ini memang sangatlah terkenal. Tidak hanya di Bumi Pertiwi tapi juga hingga keseluruh penjuru dunia. Banyak sekali kisah dari orang-orang indonesia yang tampil di panggung internasional membawakan tari-tarian ini.
    1. Tari saman merupakan tarian yang tidak menggunakan bantuan alat musik pengiring untuk mengiringi tariannya. Bunyi-bunyian atau musik yang ditercipta dihasilkan dari perpadua nyanyian para penarinya dengan suara tepukan pada gerakan tarian (Tepuk tangan, dada dan paha)
    2. Jumlah penari yang membawakan tari saman ini yang harus ganjil (pada umumnya 17) dengan formasi yang juga unik. Penari nomor 1 dan 17 disebuat penupang, penari 2 s/d 7 dan 11 s/d 16 disebut penyepit, penari 8 dan 10 disebut pengapit dan penari nomor 9 disebut pengangkat.
    3. Kekompakan dan keharmonisan gerakan tari, gerakan tarian saman ini selain unik dan beda daripada yang lain, juga syarat akan kekompakan dan keharmonisan. Gerakan pemain satu dengan pemain lainnya saling berhubungan. Selian harus fokus pada geraka tari, para penari juga harus tetap melantunkan nyanyiannya. Sulit bukan? Maka dari itu kekompakan dan keharmonisan harus dijalan pada tarian ini
    4. Fungsi tarian sebagai Media Dakwah agama Islam. Disampaikan melalui lirik-lirik lagu yang dinyanyikan para penari
    5. Kostum untuk Tari saman ini biasanya mengusung warna-warna cerah dan gonjreng. Kostum penari biasanya dibagi menjadi 3 bagian. Bagian kepala berupa bulung teleng, kemudian pada badan melekat baju kerawang, cela serta kain sarung, selain itu pada bagian tanga terdapat topeng gelang dan sapu tangan.
    2. TARI PENDET
  6. 10 Keunikan Tari Pendet, Tarian Tradisional Tertua Bali
  7. Seperti kebanyakan tari daerah lainnya, Tari pendet pun pada awalnya merupakan tari pemujaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali. Pemujaan yang dimaksud adalah perlambangan dari penyambutan atas turunnya sang dewata ke alam dunia. Diciptaka oleh I Wayan Rindi yang merupakan seorang maestro tari.
    1. Gerakan tarian yang khas dengan liukan badan penari yang gemulai
    2. Salah satu dari sedikit tarian kelompok dengan karakteristik yang semangat, energik dan ekspresif!
    3. Para penari membawa sebuah bokor atau piring besar yang berbentuk cekung serta bertepian lebar dalam setiap tariannya. Bokor sendiri bisanya terbuat dari logam.
    4. Sikap tarian ini mencakup gerakan tangan, kepala, bahu dan kaki yang khas sekali.
    5. Yang terakhir, yang pastinya sangat unik adalah gerakan mata (seledet) yang dilakukan para penari. Mereka akan menggerak-gerakkan mata ke kiri ke kanan dengan tegas.
    3. TARI JAIPONG
  8. Indonesiaku: Keunikan tari jaipong
  9. Selain Tari Merak, ada Tari Jaipong yang berasal dari Jawa Barat. Tariannya pastinya sudah sangat familiar kan. Dari kostum penarinya pun kalian pastinya juga udah langsung bisa nebak berasal dari mana tarian ini. Tari Jaipong ini lebih tepatnya berasal dari Karawang, Jawa Barat dengan jumlah penari tunggal atau massal. Gerakan yang aktif dan ekspresif menjadikan tarian ini masuk dalam tarian kontemporer karena bersifat dinamis.
  10. Diantara tarian-tarian khas Jawa Barat, Tari Jaipong ini memiliki keunikan yang dijadikan sebagai ciri khasnya. Di mana bukan hany kostumnya saja, melainkan juga pada pola lantai dan gerakannya.
    Bahkan tanpa diketahui sebelumnya kalau Tari Jaipong ini adalah tarian kolaborasi dari berbagai macam kesenian yang ada di Jawa Barat. Menarik banget kan untuk di ulas.

    1. Gabungan dari berbagai macam kesenian dan bela diri

    Keunikan Tari Jaipong ini bisa dilihat dari gerakannya yang diadaptasi dari beberapa kesenian yang berasal dari Jawa Barat, diantaranya adalah Ketuk Tilu, Pencak Silat, dan Wayang Golek.
    Lho kok bisa. Ya karena ini adalah memang keunikan yang dimiliki oleh Tari Jaipong ini. Amati setiap gerakan penari Jaipong yang atraktif dan beberapa ada yang mirip dengan jurus pencak silat.

    2. Menghipnotis penonton

    Alat musik dengung menjadi salah satu alat musik khas dalam pertunjukan Tari Jaipong ini. Di mana alat musik inilah yang kemudian menghipnotis para penonton untuk ikut menari.
    Kelincahan penari dalam bergerak sangat sesuai dengan tema dari tarian ini, sehingga penonton akan ikut terbawa didalamnya. Mood penonton pun menjadi lebih bahagia.
  11. 3. Ditarikan oleh satu orang penari

    Keunikan bdari Tari Jaipong ini adalah ditarikan oleh satu orang penari saja sudah sangat atraktif. Namun bisa banget lho ditarian oleh kelompok. Pokoknya fleksibel banget deh.

    4. Bukan hanya ada satu jenis

    Selama ini yang banyak diketahui hanya satu Tari Jaipong saja, padahal ada jenis yang lainnya. Salah satunya adalah yang dikembangkan di Cilacap dengan nama Jaipong Calung Banyumasan
  12.  5. Tarian hiburan

    asal tarian jaipong dan propertinya
    Dalam hal ini dilihat dari fungsi dan juga kesan yang disampaikan. Di mana berdasarkan tema, tarian ini adalah mewakili kehidupan kawula muda yang enerjik dan penuh semangat.
    Para penonton bukan hanya akan merasa terhibur dengan penampilan Tari Jaipong inis aja, tetapi juga terhibur dengan kesan yang disampingkan. Penonton bakalan terhipnotis dengan gerakan penari yang super semangat.
  13. 4. TARI BONDAN
  14. BAB III IDENTIFIKASI DATA A. Tari Bondan Surakarta
  15. Tari Bondan adalah tarian tradisional dari Jawa Tengah, tepatnya terlahir dari kebudayaan masyarakat Surakarta di masa lalu.
    Bondan adalah tarian rakyat yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Oleh karena nilai yang diusungnya, dalam sejarahnya tari ini menjadi tarian wajib bagi para kembang desa.
    Tarian Bondan sangat unik terutama dilihat dari jenisnya. Masing masing jenis mewakili keadaan, perasaan, perjuangan serta tingkah laku seorang ibu secara tersendiri.
    Dalam hal ini setidaknya ada tiga jenis tarian yakni Bondan Cidongo, Bondan Mardisiwi dan Bondan Pegunungan (Tani).
    Tari Bondan Cindogo lebih kentara dengan nuansa sedih. Dalam tarian ini digambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap putra tercinta yang baru saja dilahirkan.
    Meskipun pada awalnya memperlihatkan keadaan suka cita, namun pada akhirnya tari ini lebih menonjolkan perasaan sedih karena satu-satunya anak yang ditimang akhirnya meninggal dunia.

MATERI SENI MUSIK KELAS 8 GAYA BERNYANYI LAGU DAERAH

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.

Beberapa ciri khas lagu daerah, antara lain sebagai berikut:
1. Menceritakan tentang keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang sangat dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.
2. Bersifat serdehana sehingga untuk mempelajari lagu daerah tidak dibutuhkan pengetahuan musik yang cukup mendalam seperti membaca dan menulis not balok.
3. Jarang diketahui pengarangnya.
4. Mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar.
5. Sulit dinyanyikan oleh seseorang yang berasal dari daerah lain karena kurangnya penguasaan dialek/bahasa setempat sehingga penghayatannya kurang maksimal.
6. Mengandung nilai-nilai kehidupan yang unik dan khas.

Fungsi lagu daerah banyak sekali. Diantaranya..
1. Upacara Adat.
Di Sumba sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.
2. Pengiring tari dan pertunjukan
Lagu lagu langgam yang dipadu dengan gamelan di jawa dipakai untuk mengiringi pementasan tari Serimpi di jawa tengah. Bisa juga dipakai unuk pertunjukan wayang kulit, kethoprak, ludruk, drama dsb.
3. Media Bermain
Contohnya cublak cublak suweng dari Jawa Tengah, ampar ampar pisang di Kalimantan Selatan, dan pok ame ame dari Betawi.
4. Sebagai media komunikasi
Pertunjukan musik atau lagu di suatu tempat dapat dipakai media komunikasi secara tidak langsung yang ditandakan dengan banyaknya orang yang melihat pertunjukan.
5. Sebagai media penerangan
Kini lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Contohnya lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernafaskan agama menjalankan fungsi ini.
. Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah
Lagu-lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat musik daerah. dalam masyarakat Jawa dikenal dengan karawitan. Istilah karawitan menunjuk pada seperangkat alat musik tradisional secara lengkap secara orkestra. Seringkali seorang pemain / seniman ahli karawitan menambah /  mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya.
Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan. 
Komposisi karawitan dapat mengembangkan Perbedaan-perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau karakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi:
1. Gaya lokal berarti karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya. Pada isu globalisasi kemudian disebut sebagai entitas lokal genius.
2. Gaya Individual berarti tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya.
3. Gaya Periodikal berarti tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musikal tertentu, misalnya gaya dalam bentuk musikal adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya pada musik Betawi dalam gambrang kromong lagu sayur. dengan lagu phobin,atau dalam lagu keroncong tugu antara kroncong asli, langgam, dan stambul. Dalam karawitan Betawi gaya / musical style dikenal dengan istilah Liaw.
Pada repertoar lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sindhen, demikian juga di Sunda dan Bali, Di daerah Sumatra Utara sering disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang.


MATERI SENI RUPA KELAS 8 SEMESTER 1 MENGGAMBAR MODEL


Menggambar merupakan proses pengungkapan ide/gagasan yang diungkapkan melalui bahasa goresan yang dapat menyampaikan perasaan, ide dan yang dirasakan oleh sang penggambar. Menggambar model adalah yang diawali dengan menentukan model atau contoh benda yang akan ditiru kemudian dilanjutkan dengan menggoreskan pensil ke media gambar (kertas) sesuai contoh bendanya, dan tahapan terakhir adalah pewarnaan agar terlihat estetis serta memberikan bayangan agar terlihat kesan tiga dimensi.

UNSUR MENGGAMBAR MODEL
Titik
Unsur terkecil dan awal dari sebuah karya, koordinat tanpa dimensi atau area. Sebenarnya titik digunakan untuk menciptakan unsur yang lain, karena itu terkadang beberapa ahli lain tidak memasukan titik sebagai unsur seni rupa. Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 94), “secara umum dimengerti bahwa suatu bentuk disebut sebagai titik karena ukurannya yang kecil, dikatakan kecil karena obyek tersebut berada pada area yang luas dan manakala dengan obyek yang sama dapat dikatakan besar apabila diletakan pada area yang sempit.” Pendapat tersebut membahas dengan apik tentang relativitas ukuran. Titik dapat menjadi lingkaran pada area sempit bahkan menjadi tekstur saat dibuat kecil, banyak dan memenuhi area yang besar dengan pengulangan dan ritma.


Garis
Garis adalah  hubungan  dua  titik/jejak titik yang  bersambungan  atau  berderet. Garis dapat dapat digunakan untuk berbagai hal dan salah satu unsur terpenting dari sebuah karya, baik secara langsung maupun hanya bersifat maya/semu (garis tidak tampak secara langsung tapi membentuk kontur tertentu). Keahlian mengolah gambar melalui garis (menggambar) menjadi salah satu fundamental terpenting untuk berkarya bagi seorang seniman / desainer.  Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 96) berpendapat,  “garis merupakan suatu bentuk yang berukuran kecil tetapi memanjang”. 
Garis Nyata dan Garis Maya/Semu
Garis nyata adalah suatu gorensan yang sengaja dibuat
Garis semu adalah batas suatu benda atau sudut, ruang atau sudut, warna atau rangkaian warna.

Bidang
Bidang merupakan garis yang ujungnya saling bertemu dan membuat area tertutup. Bidang menempati ruang dua dimensi/dwimatra. “bidang adalah suatu bentuk raut pipih, datar sejajar dengan dimensi panjang dan lebar serta menutup permukaan. Bentuk-bentuk yang pipih/gepeng, seperti tripleks, kertas, karton, seng, papan tulis, dan bidang datar lainnya.” (Sadjiman Ebdi Sanyoto, 2005: 117).

Ruang
Ruang adalah dalam Seni Rupa adalah  area disekitar obyek, baik dibelakang, diatas ataupun di dalam. Secara umum biasanya ruang dikaitkan dengan tiga dimensi, namun dalam seni rupa, ruang adalah unsur yang memberi kesan keluasan, kesatuan, kedalaman, jauh atau dekatnya suatu obyek. “Dikarenakan bentuk dapat dua dimensi dan tiga dimensi, maka ruang pun meliputi ruang dua dimensi/dwimatra dan tiga dimensi/trimatra” (Sadjiman Ebdi Sanyoto, 2005: 97). Ruang dalam karya dua dimensi hanya bersifat ilusi.

Gelap Terang/Value
Benda apapun yang terdapat pada alam kita akan memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagian. Begitu pula pada karya seni rupa. Gelap Terang adalah unsur terpenting dalam membuat bentuk/gempal agar tampak tiga dimensi dengan memanfaatkan highlight (bagian terang) dan shading (bayangan). Gelap Terang juga berlaku untuk tint dan shading pada warna, misal: merah muda, merah tua.

Tekstur
Tekstur adalah bagaimana permukaan terasa pada saat diraba, tekstur dapat menjadi nyata (dapat diraba) atau hanya disimulasikan saja melalui Gelap Terang dan Warna. “Tekstur adalah sifat atau kualitas permukaan (nilai raba) suatu benda seperti: kasar, halus, licin, dan berkerut. Tekstur dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Nyata, 2. Semu.” (I Made Suparta, 2010: 01).

Warna
Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu. Sebuah benda berwarna merah karena  benda tersebut bersifat pigmen yang memantulkan warna merah dan menyerap gelombang warna lainnya. Benda hitam tidak memantulkan warna apapun karena menyerap semua warna pelangi atau semua panjang gelombang. 
  • Warna primer yaitu warna dasar atau pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain,
  • Warna sekunder yaitu warna yang dapat diperoleh dengan mencampur dua warna dasar dalam
  • Warna tersier yaitu warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder.

  • Warna analogus yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna,
  • misalnya kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan.
  • Warna komplementer yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna,
  • misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain-lain.



Gempal/Volume
“Gempal adalah wujud, rupa, bangun, atau gambaran tentang apa saja yang ada di alam termasuk karya seni atau desain yang dapat disederhanakan menjadi titik, garis, dan bidang”, Sadjiman Ebdi Sanyoto (2009: 93). Bentuk adalah susunan titik, garis dan bidang yang menyerupai obyek tiga dimensi/trimatra dalam ruang dua dimensi. Bentuk biasanya dibuat dengan menggunakan gelap terang yang dimanipulasi oleh proses gradasi.


Alat dan Bahan dalam Menggambar Model
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam menggambar model dapat dijumpai dalam berbagai ukuran dan jenis barang seperti pensil, penghapus, kertas dan sebuah papangambar. Barang-barang ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
a. Pensil
Pensil adalah alat utama yang dibutuhkan dalam menggambar. Pensil ini terdiri dari banyak jenis dan ketebalan masing-masing. Ada yang berukuran 2H-H (keras), HB (medium), dan B-2B (lunak). Pensil H tipis, dan pensil B tebal.
 b. Penghapus
Penghapus adalah alat kedua yang dibutuhkan dalam menggambar. Jika terjadi kesalahan dalam menggambar, kita dapat menggunakan penghapus untuk menghilangkan sketsa atau goresan yang tidak dibutuhkan. Penghapus yang baik untuk menggambar adalah penghapus yang lunak dan lentur, agar dalam membersihkan goresan-goresan pensil dapat mengurangi resiko merusak kertas.
 c. Kertas
Kertas adalah bahan utama yang harus dan wajib ada dalam menggambar. Mengapa? Karena kertas adalah media yang digunakan dalam menggambar. Pada dasarnya, dalam menggambar model, gunakan kertas gambar sesuai dengan kebutuhan. Pilih kertas yang tidak terlalu tipis dan usahakan untuk memilih kertas yang memiliki tekstur. Beberapa jenis kertas bertekstur yang dapat digunakan untuk menggambar model seperti kertas concorde, kertas linen, dan kertas manila yang memiliki ukuran standar (A3, A4, kwarto). Untuk latihan, bisa juga menggunakan kertas buram
 d. Pensil Warna
Penggunaan pensil warna dapat dilakukan dengan cara mengarsir atau memblok warna. Tekanan pada penggunaan pensil sangat mempengaruhi ketajaman warna.
 e. Krayon
Bahan krayon terdiri dari dua macam, yaitu bahan berbasis kapur dan minyak (lilin).
 f. Cat Air
Bentuk cat air terdiri atas bentuk tube dan batangan. Pada bentuk tube menggunakan palet sedangkan cat air dalam bentuk batangan dapat langsung digunakan.


 Prinsip-prinsip Menggambar Model

Proses menggambar model tidak terlepas dari proses pengamatan dan prinsip-prinsip ketika melihat objek. Prinsip-prinsip tersebut disusun dan ditata sedemikian rupa hingga menghasilkan karya gambar model yang baik dan benar. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Komposisi
Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar. Komposisi terbagi atas:
1) Komposisi Simetris
Pada komposisi simetris benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanannya dan memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya.
    2) Komposisi Asimetris
  Pada komposisi asimetris, benda diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun     ukurannya namun demikian masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan   antarbenda atau objek gambar.
    3) Komposisi Sentral
    Komposisi sentral berpusat perhatian benda atau objek model gambar terletak di tengah-tengah        bidang gambar. Penempatan model diatur sesuai dengan proporsi bentuk model dan diatur    seimbang dan memiliki kesatuan antar benda.
 b. Proporsi
Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang dapat diamati.
 c. Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.
 d. Kesatuan
Kesatuan adalah keserasian dalam pengaturan objek gambar sehingga benda-benda yang diatur satu sama lain memiliki kesan ruang, kedalaman, dan antar objek gambar saling mendukung sehingga akan menghasilkan gambar yang baik.



MACAM MACAM TEKNIK MENGGAMBAR BENTUK DAN MODEL
Sebelumnya membahas teknik menggambar perlu saya ingatkan bahwa menggambar tidak lepas dari hukum persepektif dan anatomis, sehingga perlu dipahami dahulu dua hal tersebut agar supaya dalam menggambar sesuai dengan apa yang kita lihat. Teknik menggambar hanyalah upaya kita untuk merealisasikan image kita yang dipengaruhi oleh media kita.Teknik menggambar terdiri dari beberapa macam, antara lain :
1. TEKNIK ARSIR
Teknik mengambar arsir lebih menekankan pada kekauatan garis (stroke). Dilakukan berulang-ulang secara sejajar maupun tumpang berpotongan, hal ini dilakukan untuk memberikan kesan gelap. Atau dapat dilakukan secara sejajar dengan memperhatikan kerapatannya saja, apabila dilakukan dengan rapat menyebabkan kesan gelap dan sebaliknya. Atau menggunakan tekanan yang ringan dan kuat dilakukan secara diulang-ulang. Alat yang digunakan biasanya pensil, spidol, crayon, konte, kapur, arang, dll. 

2. TEKNIK DUSSEL (GOSOK)
Teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat digunakan untuk teknik menggambar yang satu ini. Pada teknik ini stroke/garis akan dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosok (dusel). Yang paling cocok untuk teknik menggambar ini adalah menggunakan jenis pensil yang lunak ( 2B ke atas) atau konte dan krayon. Perhatikan gambar dibawah ini!

3. TEKNIK BLOK (silhouette)
Teknik menggambar ini memang jarang kita jumpai sehingga tampak seperti sesuatu yang baru. Teknik ini lebih menekankan pada perwujudan karakter objek. Dengan hanya melihat silhuetnya saja kita bisa menebak bentuk dari objek tersebut.
4. TEKNIK TITIK (POINTILISME )
Teknik menggambar ini menitikberatkan pada penggunaan titik (dot) untuk membentuk gambar. barangkali ada yang bertanya berapa banyak titik harus dibuat? Ya jawabnya tergantubg dari besar kecilnya gambar serta ditailnya.Penyusunan titik-titik yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan titik. Kerapatan penyusunan titik-titik adalah untuk menentukan gelap terang dari suatu objek agar tampak pejal (kesan tiga dimensional).
5. TEHNIK  AQUAREL (TRANSPARAN)
Teknik menggambar ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Paling cocok menggunakan media cat air, cat acrylik, dsb. Kertas gambar sebelum dilakukna proses menggambar paling bagus yang harus dibasahi agar cat cepat menyebar. Atau dibuat lembab. Alat yang cocok adalah menggunakan kuas. Dilakukan secara berulang-ulang dan menumpuk agar menghasilkan warna tua atau gelap. Teknik menggambar yang satu ini memang membutuhkan kemampuan khusus dalam penguasaan alat kuas. Gambar dari teknik ini memiliki karakter khusus dan karena bahan warnanya cat air atau acrylik maka warna yang dihasilkan memeng tampak cemerlang kalau dibandingkan crayon.
6. LINIER
Teknik linear merupakan cara menggambar objek gambar dengan garis sebagai unsur yang paling menentukan, baik garis lurus maupun garis lengkung.

7PLAKAT
Teknik plakat merupakan cara menggambar dengan menggunakan bahan cat poster atau cat air dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasilnya tampak pekat dam menutup.

8. Teknik Perspektif
Teknik perspektif digunakan untuk menggambarkan benda sehingga tampak wajar, sesuai dengan pandangan mata. Teknik ini biasanya berhubungan dengan peletakan garis horizon, letak benda, dan
jumlah titik hilang. Jumlah titik hilang dalam menggambar perspektif bisa satu titik hilang atau dua titik hilang. Teknik satu titik hilang digunakan untuk menggambar objek yang tampak frontal atau pandangan penggambar tegak lurus pada bidang objek. Adapun teknik dua titik hilang digunakan untuk menggambar objek dari salah satu sudutnya. Sementara garis horizon merupakan garis khayal yang mewakili posisi tinggi mata penggambar.

9. Teknik Sketsa
Sketsa adalah gambar dasar, pola, atau rencana dari pembuatan sebuah gambar. Sketsa dalam menggambar bentuk lebih bersifat menangkap serta membuat garis-garis kontur atau konstruksi bentuk benda agar proporsional. Teknik ini biasanya banyak menggunakan media kering seperti pensil hitam dan pensil warna.

10. Teknik Siluet
Teknik siluet (silhoue) disebut juga teknik global atau teknik bayangan, yaitu salah satu teknik pembuatan gambar dengan cara menggambarkan secara keseluruhan dari suatu benda dalam bentuk bidang dengan cara dihitamkan (teknik arsir blok hitam) seperti gambar bayangan.
Teknik siluet terdiri atas siluet positif dan siluet negatif. Siluet positif, yaitu menghitamkan bagian benda yang digambar. Adapun siluet negatif merupakan kebalikan dari siluet positif, yaitu menghitamkan bagian latar gambar sedangkan objek gambar dibiarkan putih. Alat yang cocok dipergunakan dalam teknik ini adalah tinta bak dan cat poster.

11. Teknik Komposisi
Komposisi dalam menggambar bentuk sangat diperlukan untuk menyusun suatu benda dengan
benda lainnya agar susunan selaras, seimbang, dan memenuhi tuntutan segi artistiknya. Teknik
ini dipergunakan jika objek yang kamu gambar jumlahnya banyak serta bentuk dan jenisnya
beragam. Pada teknik ini dibutuhkan ketepatan dalam mengatur posisi benda sehingga tampak
indah dan mudah dalam menggambar. Usahakan dalam menaruh objek, bagian yang tinggi di
belakang, bagian yang rendah di depan, atau sesuaikan dengan seleramu.

12. Teknik Pencahayaan
Teknik pencahayaaan berfungsi untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dari objek yang digambar. Adanya penyinaran dan pencahayaan menimbulkan gelap terang dan batas-batas antara gelap terang yang menyebabkan ilusi garis. Teknik ini dapat diperoleh dengan arsir tipis tebal. Jika benda mendapatkan banyak cahaya maka diarsirnya dengan arsir tipis, sedangkan jika benda kurang
mendapatkan cahaya maka arsirnya sangat tebal. Dalam menggambar teknik ini aturlah posisi cahaya yang baik, usahakan cahaya datang dari sudut kemiringan tertentu sehingga bayangan akan tampak jelas.
x













MATERI SENI RUPA SMP KELAS 7 SEMESTER 1 MENGGAMBAR FLORA FAUNA ALAM BENDA




BAB 1
MENGGAMBAR FLORA FAUNA ALAM BENDA
RANGKUMAN (WAJIB DIPELAJARI)

Menggambar adalah aktifitas kreatif untuk membentuk imaji/gambar dengan menyampaikan gagasan,
ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi menggunakan berbagai teknik dan alat gambar
yang beranekaragam.
Menggambar flora yaitu gambar yang menjadikan tanaman atau bunga menjadi objek yang hendak
digambar. Menggambar fauna merupakan gambar yang bertemakan hewan sebagai objek yang akan
digambarkan. sedangkan alam benda merupakan salah satu objek dalam seni menggambar berupa
benda-benda yang merupakan buatan tangan manusia. Contoh gambar flora adalah tumbuhan, bunga,
rumput, batang, daun, tangkai dll. Contoh gambar fauna adalah semua jenis hewan. Contoh alam benda
adalah benda yang ada di sekitar ita yaitu lemari, meja kursi, dll
Unsur-Unsur Seni Rupa
1. Titik
Titik adalah unsur seni rupa paling dasar. Titik berada pada dimensi 1 dan titik juga menjadi unsur
paling kecil dalam membentuk garis, bentuk atau bidang. Bisa didefinisikan bahwa segala ide karya
seni dimulai dari sebuah titik kecil.
2. Garis
Garis juga termasuk unsur seni rupa 2 dimensi. Unsur ini merupakan dari unsur titik-titik hingga
membentuk sebuah garis. Sebuah garis memiliki dimensi memanjang dengan arah tertentu. Ada
beberapa macam-macam garis seperti garis pendek, garis panjang, garis vertikal atau garis horizontal.
3. Bidang
Bidang adalah unsur seni rupa yang dihasilkan dengan menggabungkan beberapa garis hingga
membentuk beberapa sisi. Bidang merupakan dimensi kedua yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
Contoh bidang misalnya adalah persegi, segitiga, trapesium dan lain-lain.
4. Bentuk
Unsur-unsur seni rupa yang berikutnya adalah bentuk. Unsur ini membuat sebuah seni rupa menjadi
lebih hidup dan dapat diamati sebagai karya seni yang utuh. Bentuk terdiri dari beberapa bidang. Ada
beberapa jenis bentuk yakni bentuk geometris seperti kubus, balok, tabung atau bentuk non-geometris
seperti manusia, hewan, alam.
5. Ruang
Ruang merupakan unsur seni rupa yang memiliki dua sifat yaitu semu dan nyata. Dalam karya 2
dimensi, ruang bersifat semu karena hanya berupa penggambaran saja. Sementara dalam karya 3
dimensi, ruang bersifat nyata dan dapat dirasakan secara langsung.
6. Warna
Salah satu unsur seni rupa adalah warna. Warna membuat karya seni menjadi lebih hidup dan eksresif.
Berdasarkan teori warna terhadap cahaya terdapat tujuh spektrum warna. Dalam teori warna seni rupa
terdapat teori warna pigmen yaitu pengelompokkan warna sebagai berikut.
  • Warna primer yaitu warna dasar atau pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain,
  • contohnya adalah merah, kuning dan biru.
  • Warna sekunder yaitu warna yang dapat diperoleh dengan mencampur dua warna dasar dalam
  • takaran tertentu, contohnya adalah oranye, ungu dan hijau.
  • Warna tersier yaitu warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder.

  • Warna analogus yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna,
  • misalnya kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan.
  • Warna komplementer yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna,
  • misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain-lain.
7. Tekstur
Tekstur juga termasuk salah satu unsur-unsur seni rupa 3 dimensi. Pengertian tekstur pada seni rupa
adalah sifat dan keadaan permukaan bidang pada suatu karya. Tiap benda tentu memiliki tekstur yang
berbeda-beda, meski ada juga yang hampir sama. Tekstur terdiri atas dua jenis yaitu nyata dan semu.
Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya tidak sama disebut tekstur semu,
sedangkan tekstur nyata adalah Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya
sama.
8. Gelap Terang
Unsur seni rupa yang terakhir adalah gelap terang. Unsur ini bergantung terhadap intensitas cahaya.
Artinya semakin besar intensitas cahaya maka akan semakin terang, sebaliknya semakin kecil
intensitas cahaya, maka akan semakin gelap. Dalam karya 2 dimensi, unsur gelap terang dibuat
berdasarkan gradiensi dan pemilihan warna.

Prinsip Seni Rupa

Di bawah ini akan dijelaskan 9 prinsip seni rupa dan pengertiannya, terdiri dari kesatuan,
keseimbangan, keselarasan, irama, komposisi, kesebandingan, pusat perhatian, penekanan dan
gradasi.

Kesatuan (Unity)

Prinsip seni rupa yang pertama adalah kesatuan atau unity. Yang dimaksud prinsip kesatuan adalah
wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa yang ada menjadi saling
berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri.

Keseimbangan (Balance)

Prinsip seni rupa berikutnya adalah keseimbangan atau balance. Prinsip ini memiliki tanggung jawab
terhadap kesan yang tercipta dari sebuah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga akan muncul
sebuah daya tarik bagi para penikmat seni yang melihat karya seninya.

Keselarasan (Harmony)

Keselarasan atau harmony juga termasuk salah satu prinsip-prinsip seni rupa. Maksud dari
keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda-beda, baik rupa bentuk maupun
warna, tujuannya untuk menciptakan sebuah keselarasan dalam kesenian.

Irama (Rythme)

Irama atau rythme sebagai prinsip seni rupa berarti pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur
dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Susunan atau perulangan prinsip dari
unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna
dalam sebuah karya seni.

Komposisi (Composition)

Prinsip komposisi dalam seni rupa berarti prinsip menyusun unsur-unsur rupa kesenian dengan
mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan bagus, teratur dan serasi. Komposisi
dalam seni rupa menjadi penting agar sebuah karya terlihat lebih bagus dan estetika.

Kesebandingan (Proporsi)

Prinsip seni rupa lainnya adalah kesebandingan atau proporsi. Prinsip ini bertanggung jawab
membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang,
berhubungan dengan besar kecil, tinggi rendah, jauh dekat atau luas sempitnya objek pada sebuah
karya seni.

Pusat Perhatian (Center of Interest)

Prinsip seni rupa berikutnya adalah pusat perhatian atau center of interest, dikenal juga sebagai
prinsip dominasi. Penerapannya yaitu dengan menonjolkan salah satu objek yang menjadi inti karya
seni dibanding objek lain, sehingga lebih terlihat oleh para penikmat seni.

Penekanan (Contrast)

Prinsip penekanan atau contrast dilakukan dengan cara memadukan dua atau lebih unsur-unsur yang
berlawanan dalam sebuah karya seni. Perbedaan mencolok pada segi bentuk, warna atau ukuran
akan menimbulkan kesan kontras sehingga karya seni menjadi lebih unik, menarik dan tidak
membosankan.

Gradasi (Gradation)

Prinsip-prinsip seni rupa yang terakhir adalah gradasi. Yang dimaksud prinsip ini adalah prinsip
penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan susunan berbagai warna secara berangsur-
angsur. Gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi
lain.

TEKNIK MENGGAMBAR :

Teknik Menggambar Sketsa

Teknik gambar sketsa pada umumnya digunakan untuk menggambar sebuah gambar dasar atau
rencana. Gambar sketsa merupakan bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan seni
menggambar. Sehingga dapat dikatakan bahwa gambar sketsa ini gambar dasar yang belum selesei
dan memang sengaja seperti itu sebab tujuannya adalah membuat sketsa atau akan ditindaklanjuti
dengan cara lainnya kelak, misalnya dilukis dengan cat. Selain itu, gambar sketsa sendiri juga
memiliki tujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam  menggambar dan membuat sebuah bentuk
gambar lebih proporsional. Alat yang digunakan biasanya adalah media kering seperti pensil hitam.

Teknik Menggambar Arsir

Teknik pertama dalam menggambar yaitu teknik arsir. Teknik arsir dalam hal ini ialah teknik
penyelesaian setelah sebuah gambar dasar selesai dibuat. Teknik ini merupakan teknik dasar dalam
menggambar dengan menggunakan media pensil. Teknik arsir lebih menitik beratkan pada kekuatan
(ketebalan) garis. Kekuatan garis tersebut dapat diciptakan menggunakan pensil, spidol, tinta atau
alat gambar lainnya. Goresan pensil, spidol, tinta berupa garis-garis berulang tersebut dapat
membuat perbedaan pada kekuatan garis sehingga terciptalah kesan gelap terang, gradasi, atau
kesan dimensi pada gambar.

Teknik Menggambar Blok (Siluet)

Teknik siluet atau blok juga banyak dikenal sebagai teknik menggambar bayangan. Teknik ini
menggunakan satu warna (hitam) untuk menutup objek gambar sehingga terbentuklah perwujudan
karakter pada objek. Namun semua itu ada syaratnya, yakni dua warna. Warna pertama sebagai
backgorund, dan warna kedua sebagai warna gambar yang akan diblok. Misalnya menggunakan 
warna hitam putih, apabila warna backgorundnya hitam, maka warna putih digunakan sebagai warna
objek.

Teknik Menggambar Dusel (Gosok)

devianart.com
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan
gelap terang atau tebal tipis pada sebuah gambar. Teknik ini menggunakan bantuan kapas atau
alat-alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat
digunakan untuk menggosok gambar yang telah diciptakan.

Teknik Menggambar Linier (Garis)

deviantart.com
Teknik menggambar linier sebenarnya lebih mirip dengan teknik menggambar arsir. Jika pada teknik
arsir, dibuat arsiran pada bagian-bagian tertentu saja, seperti di bagian tepi kanan atau kiri, atas atau
bawah, maka pada bagian teknik linier kita akan membuat garis-garis.

Teknik Menggambar Perspektif

Gambar perspektif ialah salah satu jenis gambar yang mengkomunikasikan objek tertentu
sebagaimana yang terlihat oleh mata melalui sudut pandang tertentu. Nah, sudut pandang inilah yang
disebut dengan perpekstif, atau cara mata melihat visual dari yang paling depan hingga batas mata.
Gambar perspektif yang menempatkan titik hilang tepat berada di depan mata. Pada umumnya titik
hilang akan berada di tengah atau pusat gambar.

Teknik Menggambar Pointilis (Titik)

Teknik gambar pointilis adalah suatu cara atau teknik menggambar atau  melukis dengan
menggunakan titik-titik kecil hingga membentuk suatu objek. Pointilisme sendiri merupakan teknik
lukisan dimana tersusun atau terbentuk dari titik kecil, titik-titik yang berbeda dari warna diterapkan
dalam pola untuk membentuk sebuah gambar.

Teknik Menggambar Aquarel ( Sapuan Basah)

ecosia.org
Pada teknik aquarel sebenarnya sudah menginjak lebih dari sekedar menggambar, yakni melukis.
Teknik ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Peralatan
yang digunakanpun sudah tidak lagi sederhana, yaitu kuas dan cat berbasis air seperti cat air, tinta,
dan cat akrilik.
Adapun alat lainnya adalah pensil warna yang dapat larut dengan air. Setelah kita mewarnai dengan
pensil warna tersebut, finishingnya adalah sapuan kuas basah. Kertas gambar ssebelim dilakukan
proses menggambar lebih bagus harus dibasahi terlebih dahulu agar cat cepat menyebar.

Teknik Menggambar Plakat

Teknik gambar plakat merupakan suatu teknik menggambar bentuk atau teknik seni lukis yang
menggunakan bahan cat air atau cat poster. Dengan sapuan warna yang tebal dan kental akan
menghasilkan sebuah gambar yang terlihat pekat dan menutup.

5 tahapan dalam menggambar ilustrasi
·         1.menentukan tema gambar berdasarkan cerita/narasi.
·         2.menentukan jenis gambar ilustrasi yang dibuat.
·         3.menentukan irama, komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan.
·         4.menggambar sketsa global.
·         memberikan arsiran/warna.

Berdasarkan buku Teknik Cerdik Menggambar Wajah (2013) karya Rully Gusdiansyah, berikut alat
dan bahan yang bisa digunakan:
1.  Kertas gambar Kertas gambar yang ingin digunakan bebas, hanya saja perhatikan warnaya harus
putih dan ketebalannya cukup, hindari kertas yang terlalu tipis. Untuk ukuran kertas, sesuaikan dengan
ukuran gambar yang akan dibuat. Sebagai contoh, jika yang tersedia karton kertas berukuran besar
maka bisa dipotong. Sisa dari potongan kertas tentu bisa dimanfaatkan sebagai media gambar
selanjutnya. Sehingga bisa cukup menghemat. Apapun kertas yang dipilih, dapat menyerap atau
mengikat bahan pewarna. Baca juga: Teknik Menggambar Kertas gambar yang dapat digunakan
dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang. Untuh penggunaan pastel atau krayon,
memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton.
2.  Pensil gambar Pensil yang dipilih sebaiknya memiliki karakteristik ringan dan tidak kasar ketika
digoreskan pada media kertas. Sehingga ketika berkonsentrasi menyusun garis atau membuat garis
outline dan sebagainya tidak akan terganggu oleh bunyi giresan pensilatau rasa tak nayaman dalam
melakukan setiap gerakan menggambar. Untuk jumlah pensil yang disiapkan minimal dua, dengan
ketebalan warna yang berlainan dan memiliki kelembutan warna yang baik. Pensil-pensil tersebut
dapat digunakan untuk beberapa keperluan berbeda pada setiap langkah yang dilakukan, ketika
menyusun sebuah gambar yang spesifik. Bisa dipilih pensil dengan tiga kategori pilihan ketebalan
warna, seperti:
Pensil biasa, dengan ketebalan warna yang normal atau biasa. Bisa menggunakan ukuran pensil HB,
2B, 3B dan seterusnya.
Pensil sedang, dengan ketebalan warna setingkat lebih hitam daripada pensil biasa.
Pensil tebal, dengan ketebalan warna jauh lebih hitam dan pekat dibandingkan dua pensil sebelumnya.
Bisa menggunakan ukuran pensil 7B, 8B, dan lainnya.
Ketiga jenis pensil dengan ketebalan yang berlainan dapat diperlukan untuk membantu menonjolkan
kesan hidup pada gambar.
3.  Pensil warna Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Pensil
warna bisa digunakan untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi. Caranya, pemberian warna dari
arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.
4.  Krayon Bentuk krayon ada dua jenis, yaitu pensil dan batangan. Kedua jenis ini berbahan lunak dan
ada yang berbahan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak, sehingga
bisa dibalurkan dengan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari kedua jenis krayon dapat
menimbulkan keam lembut maupun cerah.
5.  Pulpen Pulpen juga bisa digunakan untuk menggambar. Gambar yang dihasilkan memiliki karkater
kuat dan umumnya berupa arsiran. Penghapus Selain dibutuhkan untuk menghapus gambar yang
kurang tepat, penghapus juga dapat digunakan untuk mempercantik dan menjadikan hasil gambar lebih
hidup dan profesional. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan efek-efek tertentu yang digarap
melalui metode penghapusan secara khusus. Efek-efek yang ditonjolkan, antara lain efek gelap terang,
tiga dimensi, atau pencahayaan pada kilauan warna rambut dan lainnya.