BAB 1
MENGGAMBAR FLORA FAUNA ALAM BENDA
RANGKUMAN (WAJIB DIPELAJARI)
Menggambar adalah aktifitas kreatif untuk membentuk imaji/gambar dengan menyampaikan gagasan,
ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi menggunakan berbagai teknik dan alat gambar
yang beranekaragam.
ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi menggunakan berbagai teknik dan alat gambar
yang beranekaragam.
Menggambar flora yaitu gambar yang menjadikan tanaman atau bunga menjadi objek yang hendak
digambar. Menggambar fauna merupakan gambar yang bertemakan hewan sebagai objek yang akan
digambarkan. sedangkan alam benda merupakan salah satu objek dalam seni menggambar berupa
benda-benda yang merupakan buatan tangan manusia. Contoh gambar flora adalah tumbuhan, bunga,
rumput, batang, daun, tangkai dll. Contoh gambar fauna adalah semua jenis hewan. Contoh alam benda
adalah benda yang ada di sekitar ita yaitu lemari, meja kursi, dll
digambar. Menggambar fauna merupakan gambar yang bertemakan hewan sebagai objek yang akan
digambarkan. sedangkan alam benda merupakan salah satu objek dalam seni menggambar berupa
benda-benda yang merupakan buatan tangan manusia. Contoh gambar flora adalah tumbuhan, bunga,
rumput, batang, daun, tangkai dll. Contoh gambar fauna adalah semua jenis hewan. Contoh alam benda
adalah benda yang ada di sekitar ita yaitu lemari, meja kursi, dll
Unsur-Unsur Seni Rupa
1. Titik
Titik adalah unsur seni rupa paling dasar. Titik berada pada dimensi 1 dan titik juga menjadi unsur
paling kecil dalam membentuk garis, bentuk atau bidang. Bisa didefinisikan bahwa segala ide karya
seni dimulai dari sebuah titik kecil.
paling kecil dalam membentuk garis, bentuk atau bidang. Bisa didefinisikan bahwa segala ide karya
seni dimulai dari sebuah titik kecil.
2. Garis
Garis juga termasuk unsur seni rupa 2 dimensi. Unsur ini merupakan dari unsur titik-titik hingga
membentuk sebuah garis. Sebuah garis memiliki dimensi memanjang dengan arah tertentu. Ada
beberapa macam-macam garis seperti garis pendek, garis panjang, garis vertikal atau garis horizontal.
membentuk sebuah garis. Sebuah garis memiliki dimensi memanjang dengan arah tertentu. Ada
beberapa macam-macam garis seperti garis pendek, garis panjang, garis vertikal atau garis horizontal.
3. Bidang
Bidang adalah unsur seni rupa yang dihasilkan dengan menggabungkan beberapa garis hingga
membentuk beberapa sisi. Bidang merupakan dimensi kedua yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
Contoh bidang misalnya adalah persegi, segitiga, trapesium dan lain-lain.
membentuk beberapa sisi. Bidang merupakan dimensi kedua yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
Contoh bidang misalnya adalah persegi, segitiga, trapesium dan lain-lain.
4. Bentuk
Unsur-unsur seni rupa yang berikutnya adalah bentuk. Unsur ini membuat sebuah seni rupa menjadi
lebih hidup dan dapat diamati sebagai karya seni yang utuh. Bentuk terdiri dari beberapa bidang. Ada
beberapa jenis bentuk yakni bentuk geometris seperti kubus, balok, tabung atau bentuk non-geometris
seperti manusia, hewan, alam.
lebih hidup dan dapat diamati sebagai karya seni yang utuh. Bentuk terdiri dari beberapa bidang. Ada
beberapa jenis bentuk yakni bentuk geometris seperti kubus, balok, tabung atau bentuk non-geometris
seperti manusia, hewan, alam.
5. Ruang
Ruang merupakan unsur seni rupa yang memiliki dua sifat yaitu semu dan nyata. Dalam karya 2
dimensi, ruang bersifat semu karena hanya berupa penggambaran saja. Sementara dalam karya 3
dimensi, ruang bersifat nyata dan dapat dirasakan secara langsung.
dimensi, ruang bersifat semu karena hanya berupa penggambaran saja. Sementara dalam karya 3
dimensi, ruang bersifat nyata dan dapat dirasakan secara langsung.
6. Warna
Salah satu unsur seni rupa adalah warna. Warna membuat karya seni menjadi lebih hidup dan eksresif.
Berdasarkan teori warna terhadap cahaya terdapat tujuh spektrum warna. Dalam teori warna seni rupa
terdapat teori warna pigmen yaitu pengelompokkan warna sebagai berikut.
Berdasarkan teori warna terhadap cahaya terdapat tujuh spektrum warna. Dalam teori warna seni rupa
terdapat teori warna pigmen yaitu pengelompokkan warna sebagai berikut.
- Warna primer yaitu warna dasar atau pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain,
- contohnya adalah merah, kuning dan biru.
- Warna sekunder yaitu warna yang dapat diperoleh dengan mencampur dua warna dasar dalam
- takaran tertentu, contohnya adalah oranye, ungu dan hijau.
- Warna tersier yaitu warna yang dihasilkan melalui pencampuran warna sekunder.
- Warna analogus yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna,
- misalnya kuning kehijau-hijauan atau oranye kemerah-merahan.
- Warna komplementer yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna,
- misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau dan lain-lain.
7. Tekstur
Tekstur juga termasuk salah satu unsur-unsur seni rupa 3 dimensi. Pengertian tekstur pada seni rupa
adalah sifat dan keadaan permukaan bidang pada suatu karya. Tiap benda tentu memiliki tekstur yang
berbeda-beda, meski ada juga yang hampir sama. Tekstur terdiri atas dua jenis yaitu nyata dan semu.
Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya tidak sama disebut tekstur semu,
sedangkan tekstur nyata adalah Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya
sama.
adalah sifat dan keadaan permukaan bidang pada suatu karya. Tiap benda tentu memiliki tekstur yang
berbeda-beda, meski ada juga yang hampir sama. Tekstur terdiri atas dua jenis yaitu nyata dan semu.
Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya tidak sama disebut tekstur semu,
sedangkan tekstur nyata adalah Benda yang disentuh dengan yang dirasakan indera peraba kondisinya
sama.
8. Gelap Terang
Unsur seni rupa yang terakhir adalah gelap terang. Unsur ini bergantung terhadap intensitas cahaya.
Artinya semakin besar intensitas cahaya maka akan semakin terang, sebaliknya semakin kecil
intensitas cahaya, maka akan semakin gelap. Dalam karya 2 dimensi, unsur gelap terang dibuat
berdasarkan gradiensi dan pemilihan warna.
Artinya semakin besar intensitas cahaya maka akan semakin terang, sebaliknya semakin kecil
intensitas cahaya, maka akan semakin gelap. Dalam karya 2 dimensi, unsur gelap terang dibuat
berdasarkan gradiensi dan pemilihan warna.
Prinsip Seni Rupa
Di bawah ini akan dijelaskan 9 prinsip seni rupa dan pengertiannya, terdiri dari kesatuan,
keseimbangan, keselarasan, irama, komposisi, kesebandingan, pusat perhatian, penekanan dan
gradasi.
keseimbangan, keselarasan, irama, komposisi, kesebandingan, pusat perhatian, penekanan dan
gradasi.
Kesatuan (Unity)
Prinsip seni rupa yang pertama adalah kesatuan atau unity. Yang dimaksud prinsip kesatuan adalah
wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa yang ada menjadi saling
berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri.
wadah unsur-unsur lain di dalam seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa yang ada menjadi saling
berhubungan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri.
Keseimbangan (Balance)
Prinsip seni rupa berikutnya adalah keseimbangan atau balance. Prinsip ini memiliki tanggung jawab
terhadap kesan yang tercipta dari sebuah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga akan muncul
sebuah daya tarik bagi para penikmat seni yang melihat karya seninya.
terhadap kesan yang tercipta dari sebuah susunan unsur-unsur seni rupa sehingga akan muncul
sebuah daya tarik bagi para penikmat seni yang melihat karya seninya.
Keselarasan (Harmony)
Keselarasan atau harmony juga termasuk salah satu prinsip-prinsip seni rupa. Maksud dari
keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda-beda, baik rupa bentuk maupun
warna, tujuannya untuk menciptakan sebuah keselarasan dalam kesenian.
keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda-beda, baik rupa bentuk maupun
warna, tujuannya untuk menciptakan sebuah keselarasan dalam kesenian.
Irama (Rythme)
Irama atau rythme sebagai prinsip seni rupa berarti pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur
dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Susunan atau perulangan prinsip dari
unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna
dalam sebuah karya seni.
dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak. Susunan atau perulangan prinsip dari
unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna
dalam sebuah karya seni.
Komposisi (Composition)
Prinsip komposisi dalam seni rupa berarti prinsip menyusun unsur-unsur rupa kesenian dengan
mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan bagus, teratur dan serasi. Komposisi
dalam seni rupa menjadi penting agar sebuah karya terlihat lebih bagus dan estetika.
mengatur dan mengorganisasikannya menjadi sebuah susunan bagus, teratur dan serasi. Komposisi
dalam seni rupa menjadi penting agar sebuah karya terlihat lebih bagus dan estetika.
Kesebandingan (Proporsi)
Prinsip seni rupa lainnya adalah kesebandingan atau proporsi. Prinsip ini bertanggung jawab
membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang,
berhubungan dengan besar kecil, tinggi rendah, jauh dekat atau luas sempitnya objek pada sebuah
karya seni.
membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang,
berhubungan dengan besar kecil, tinggi rendah, jauh dekat atau luas sempitnya objek pada sebuah
karya seni.
Pusat Perhatian (Center of Interest)
Prinsip seni rupa berikutnya adalah pusat perhatian atau center of interest, dikenal juga sebagai
prinsip dominasi. Penerapannya yaitu dengan menonjolkan salah satu objek yang menjadi inti karya
seni dibanding objek lain, sehingga lebih terlihat oleh para penikmat seni.
prinsip dominasi. Penerapannya yaitu dengan menonjolkan salah satu objek yang menjadi inti karya
seni dibanding objek lain, sehingga lebih terlihat oleh para penikmat seni.
Penekanan (Contrast)
Prinsip penekanan atau contrast dilakukan dengan cara memadukan dua atau lebih unsur-unsur yang
berlawanan dalam sebuah karya seni. Perbedaan mencolok pada segi bentuk, warna atau ukuran
akan menimbulkan kesan kontras sehingga karya seni menjadi lebih unik, menarik dan tidak
membosankan.
berlawanan dalam sebuah karya seni. Perbedaan mencolok pada segi bentuk, warna atau ukuran
akan menimbulkan kesan kontras sehingga karya seni menjadi lebih unik, menarik dan tidak
membosankan.
Gradasi (Gradation)
Prinsip-prinsip seni rupa yang terakhir adalah gradasi. Yang dimaksud prinsip ini adalah prinsip
penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan susunan berbagai warna secara berangsur-
angsur. Gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi
lain.
penyusunan warna berdasarkan tingkat perpaduan susunan berbagai warna secara berangsur-
angsur. Gradasi sering digunakan saat membuat karikatur, lukisan, mozaik, dan seni rupa 2 dimensi
lain.
TEKNIK MENGGAMBAR :
Teknik Menggambar Sketsa
Teknik gambar sketsa pada umumnya digunakan untuk menggambar sebuah gambar dasar atau
rencana. Gambar sketsa merupakan bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan seni
menggambar. Sehingga dapat dikatakan bahwa gambar sketsa ini gambar dasar yang belum selesei
dan memang sengaja seperti itu sebab tujuannya adalah membuat sketsa atau akan ditindaklanjuti
dengan cara lainnya kelak, misalnya dilukis dengan cat. Selain itu, gambar sketsa sendiri juga
memiliki tujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam menggambar dan membuat sebuah bentuk
gambar lebih proporsional. Alat yang digunakan biasanya adalah media kering seperti pensil hitam.
rencana. Gambar sketsa merupakan bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan seni
menggambar. Sehingga dapat dikatakan bahwa gambar sketsa ini gambar dasar yang belum selesei
dan memang sengaja seperti itu sebab tujuannya adalah membuat sketsa atau akan ditindaklanjuti
dengan cara lainnya kelak, misalnya dilukis dengan cat. Selain itu, gambar sketsa sendiri juga
memiliki tujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam menggambar dan membuat sebuah bentuk
gambar lebih proporsional. Alat yang digunakan biasanya adalah media kering seperti pensil hitam.
Teknik Menggambar Arsir
Teknik pertama dalam menggambar yaitu teknik arsir. Teknik arsir dalam hal ini ialah teknik
penyelesaian setelah sebuah gambar dasar selesai dibuat. Teknik ini merupakan teknik dasar dalam
menggambar dengan menggunakan media pensil. Teknik arsir lebih menitik beratkan pada kekuatan
(ketebalan) garis. Kekuatan garis tersebut dapat diciptakan menggunakan pensil, spidol, tinta atau
alat gambar lainnya. Goresan pensil, spidol, tinta berupa garis-garis berulang tersebut dapat
membuat perbedaan pada kekuatan garis sehingga terciptalah kesan gelap terang, gradasi, atau
kesan dimensi pada gambar.
penyelesaian setelah sebuah gambar dasar selesai dibuat. Teknik ini merupakan teknik dasar dalam
menggambar dengan menggunakan media pensil. Teknik arsir lebih menitik beratkan pada kekuatan
(ketebalan) garis. Kekuatan garis tersebut dapat diciptakan menggunakan pensil, spidol, tinta atau
alat gambar lainnya. Goresan pensil, spidol, tinta berupa garis-garis berulang tersebut dapat
membuat perbedaan pada kekuatan garis sehingga terciptalah kesan gelap terang, gradasi, atau
kesan dimensi pada gambar.
Teknik Menggambar Blok (Siluet)
Teknik siluet atau blok juga banyak dikenal sebagai teknik menggambar bayangan. Teknik ini
menggunakan satu warna (hitam) untuk menutup objek gambar sehingga terbentuklah perwujudan
karakter pada objek. Namun semua itu ada syaratnya, yakni dua warna. Warna pertama sebagai
backgorund, dan warna kedua sebagai warna gambar yang akan diblok. Misalnya menggunakan
warna hitam putih, apabila warna backgorundnya hitam, maka warna putih digunakan sebagai warna
objek.
menggunakan satu warna (hitam) untuk menutup objek gambar sehingga terbentuklah perwujudan
karakter pada objek. Namun semua itu ada syaratnya, yakni dua warna. Warna pertama sebagai
backgorund, dan warna kedua sebagai warna gambar yang akan diblok. Misalnya menggunakan
warna hitam putih, apabila warna backgorundnya hitam, maka warna putih digunakan sebagai warna
objek.
Teknik Menggambar Dusel (Gosok)
devianart.com
Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan
gelap terang atau tebal tipis pada sebuah gambar. Teknik ini menggunakan bantuan kapas atau
alat-alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat
digunakan untuk menggosok gambar yang telah diciptakan.
Teknik Menggambar Linier (Garis)
deviantart.com
Teknik menggambar linier sebenarnya lebih mirip dengan teknik menggambar arsir. Jika pada teknik
arsir, dibuat arsiran pada bagian-bagian tertentu saja, seperti di bagian tepi kanan atau kiri, atas atau
bawah, maka pada bagian teknik linier kita akan membuat garis-garis.
Teknik Menggambar Perspektif
Gambar perspektif ialah salah satu jenis gambar yang mengkomunikasikan objek tertentu
sebagaimana yang terlihat oleh mata melalui sudut pandang tertentu. Nah, sudut pandang inilah yang
disebut dengan perpekstif, atau cara mata melihat visual dari yang paling depan hingga batas mata.
sebagaimana yang terlihat oleh mata melalui sudut pandang tertentu. Nah, sudut pandang inilah yang
disebut dengan perpekstif, atau cara mata melihat visual dari yang paling depan hingga batas mata.
Gambar perspektif yang menempatkan titik hilang tepat berada di depan mata. Pada umumnya titik
hilang akan berada di tengah atau pusat gambar.
Teknik Menggambar Pointilis (Titik)
Teknik gambar pointilis adalah suatu cara atau teknik menggambar atau melukis dengan
menggunakan titik-titik kecil hingga membentuk suatu objek. Pointilisme sendiri merupakan teknik
lukisan dimana tersusun atau terbentuk dari titik kecil, titik-titik yang berbeda dari warna diterapkan
dalam pola untuk membentuk sebuah gambar.
menggunakan titik-titik kecil hingga membentuk suatu objek. Pointilisme sendiri merupakan teknik
lukisan dimana tersusun atau terbentuk dari titik kecil, titik-titik yang berbeda dari warna diterapkan
dalam pola untuk membentuk sebuah gambar.
Teknik Menggambar Aquarel ( Sapuan Basah)
ecosia.org
Teknik ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Peralatan
yang digunakanpun sudah tidak lagi sederhana, yaitu kuas dan cat berbasis air seperti cat air, tinta,
dan cat akrilik.
Adapun alat lainnya adalah pensil warna yang dapat larut dengan air. Setelah kita mewarnai dengan
pensil warna tersebut, finishingnya adalah sapuan kuas basah. Kertas gambar ssebelim dilakukan
proses menggambar lebih bagus harus dibasahi terlebih dahulu agar cat cepat menyebar.
Teknik Menggambar Plakat
Teknik gambar plakat merupakan suatu teknik menggambar bentuk atau teknik seni lukis yang
menggunakan bahan cat air atau cat poster. Dengan sapuan warna yang tebal dan kental akan
menghasilkan sebuah gambar yang terlihat pekat dan menutup.
menggunakan bahan cat air atau cat poster. Dengan sapuan warna yang tebal dan kental akan
menghasilkan sebuah gambar yang terlihat pekat dan menutup.
5 tahapan dalam menggambar ilustrasi
· 1.menentukan tema gambar berdasarkan cerita/narasi.
· 2.menentukan jenis gambar ilustrasi yang dibuat.
· 3.menentukan irama, komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan.
· 4.menggambar sketsa global.
· memberikan arsiran/warna.
Berdasarkan buku Teknik Cerdik Menggambar Wajah (2013) karya Rully Gusdiansyah, berikut alat
dan bahan yang bisa digunakan:
dan bahan yang bisa digunakan:
1. Kertas gambar Kertas gambar yang ingin digunakan bebas, hanya saja perhatikan warnaya harus
putih dan ketebalannya cukup, hindari kertas yang terlalu tipis. Untuk ukuran kertas, sesuaikan dengan
ukuran gambar yang akan dibuat. Sebagai contoh, jika yang tersedia karton kertas berukuran besar
maka bisa dipotong. Sisa dari potongan kertas tentu bisa dimanfaatkan sebagai media gambar
selanjutnya. Sehingga bisa cukup menghemat. Apapun kertas yang dipilih, dapat menyerap atau
mengikat bahan pewarna. Baca juga: Teknik Menggambar Kertas gambar yang dapat digunakan
dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang. Untuh penggunaan pastel atau krayon,
memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton.
putih dan ketebalannya cukup, hindari kertas yang terlalu tipis. Untuk ukuran kertas, sesuaikan dengan
ukuran gambar yang akan dibuat. Sebagai contoh, jika yang tersedia karton kertas berukuran besar
maka bisa dipotong. Sisa dari potongan kertas tentu bisa dimanfaatkan sebagai media gambar
selanjutnya. Sehingga bisa cukup menghemat. Apapun kertas yang dipilih, dapat menyerap atau
mengikat bahan pewarna. Baca juga: Teknik Menggambar Kertas gambar yang dapat digunakan
dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang. Untuh penggunaan pastel atau krayon,
memerlukan kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton.
2. Pensil gambar Pensil yang dipilih sebaiknya memiliki karakteristik ringan dan tidak kasar ketika
digoreskan pada media kertas. Sehingga ketika berkonsentrasi menyusun garis atau membuat garis
outline dan sebagainya tidak akan terganggu oleh bunyi giresan pensilatau rasa tak nayaman dalam
melakukan setiap gerakan menggambar. Untuk jumlah pensil yang disiapkan minimal dua, dengan
ketebalan warna yang berlainan dan memiliki kelembutan warna yang baik. Pensil-pensil tersebut
dapat digunakan untuk beberapa keperluan berbeda pada setiap langkah yang dilakukan, ketika
menyusun sebuah gambar yang spesifik. Bisa dipilih pensil dengan tiga kategori pilihan ketebalan
warna, seperti:
digoreskan pada media kertas. Sehingga ketika berkonsentrasi menyusun garis atau membuat garis
outline dan sebagainya tidak akan terganggu oleh bunyi giresan pensilatau rasa tak nayaman dalam
melakukan setiap gerakan menggambar. Untuk jumlah pensil yang disiapkan minimal dua, dengan
ketebalan warna yang berlainan dan memiliki kelembutan warna yang baik. Pensil-pensil tersebut
dapat digunakan untuk beberapa keperluan berbeda pada setiap langkah yang dilakukan, ketika
menyusun sebuah gambar yang spesifik. Bisa dipilih pensil dengan tiga kategori pilihan ketebalan
warna, seperti:
Pensil biasa, dengan ketebalan warna yang normal atau biasa. Bisa menggunakan ukuran pensil HB,
2B, 3B dan seterusnya.
2B, 3B dan seterusnya.
Pensil sedang, dengan ketebalan warna setingkat lebih hitam daripada pensil biasa.
Pensil tebal, dengan ketebalan warna jauh lebih hitam dan pekat dibandingkan dua pensil sebelumnya.
Bisa menggunakan ukuran pensil 7B, 8B, dan lainnya.
Bisa menggunakan ukuran pensil 7B, 8B, dan lainnya.
Ketiga jenis pensil dengan ketebalan yang berlainan dapat diperlukan untuk membantu menonjolkan
kesan hidup pada gambar.
kesan hidup pada gambar.
3. Pensil warna Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Pensil
warna bisa digunakan untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi. Caranya, pemberian warna dari
arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.
warna bisa digunakan untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi. Caranya, pemberian warna dari
arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.
4. Krayon Bentuk krayon ada dua jenis, yaitu pensil dan batangan. Kedua jenis ini berbahan lunak dan
ada yang berbahan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak, sehingga
bisa dibalurkan dengan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari kedua jenis krayon dapat
menimbulkan keam lembut maupun cerah.
ada yang berbahan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak, sehingga
bisa dibalurkan dengan tangan. Kesan warna yang dihasilkan dari kedua jenis krayon dapat
menimbulkan keam lembut maupun cerah.
5. Pulpen Pulpen juga bisa digunakan untuk menggambar. Gambar yang dihasilkan memiliki karkater
kuat dan umumnya berupa arsiran. Penghapus Selain dibutuhkan untuk menghapus gambar yang
kurang tepat, penghapus juga dapat digunakan untuk mempercantik dan menjadikan hasil gambar lebih
hidup dan profesional. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan efek-efek tertentu yang digarap
melalui metode penghapusan secara khusus. Efek-efek yang ditonjolkan, antara lain efek gelap terang,
tiga dimensi, atau pencahayaan pada kilauan warna rambut dan lainnya.
kuat dan umumnya berupa arsiran. Penghapus Selain dibutuhkan untuk menghapus gambar yang
kurang tepat, penghapus juga dapat digunakan untuk mempercantik dan menjadikan hasil gambar lebih
hidup dan profesional. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan efek-efek tertentu yang digarap
melalui metode penghapusan secara khusus. Efek-efek yang ditonjolkan, antara lain efek gelap terang,
tiga dimensi, atau pencahayaan pada kilauan warna rambut dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar